FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dhani: Rebut Kembali Hak Warga Pantura Subang


"Saya kecil di Pantura, dan saat ini maju dari pantura. Adalah wajib hukumnya bagi saya memperjuangkan apa yang menjadi harapan saudara-saudara kita, jika terpilih nanti," kata Dani kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (25/3/2014)

Dani memaparkan, majunya dia di pentas politik itu tidak semata-mata untuk mengejar jabatan. Alasan di balik itu, ia berambisi untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi mimpi warga Pantura yang selama ini belum terpenuhi.

Dari hasil pantauan dan aspirasi warga saat dirinya ngaprak ke daerah, masalah jalan raya menjadi tuntutan dominan warga. Memiliki jalan bagus, kata Dani, seperti punduk merindukan bulan. "Kewenangan memperbaiki jalan domainnya memang di eksekutif. Tapi melalui aspirasi dan kewenangan, kita akan perjuangkan kebutuhan warga itu," jelas jebolan kampus STIKOM  Jakarta itu.

Komitmen suami dari Mayang Nur Aprilian itu bukan isapan jempol. Dengan usia masih muda, menjadi modal pria kelahiran Pamanukan itu untuk menjaga dan memperjuangkan komitmennya itu. "Saat ini sudah kita benahi jalan rusak di delapan desa. Jika terpilih nanti, tentu saja akan lebih banyak jalan desa yang harus dibenahi. Saya akan kembalikan amanah itu untuk rakyat," tegas alumni SMPN 1 Pamanukan

Hal lain yang menjadi perhatian Dani adalah terkait infrastruktur sungai. Dani prihatin banjir yang melanda Pantura khususnya di daerah pemilihan dirinya itu mengakibatkan kerugian materi tidak sedikit. Selain kerugian materi, masalah fsikologis warga akibat banjir menjadi masalah serius.

Banjir yang melanda daerah pantura, dikatakan Dani, efek dari abainya pemerintah dalam hal ini BBWS terkait pemerliharaan. "Tidak ada upaya
pemeliharaan atau monitoring dan evaluasi soal banjir. Alhasil warga kembali yang jadi korban," tandasnya.

Yang menjadi masalah, imbuhnya, ketika BBWS abai, seperti setali tiga uang dengan pemerintah setempat. "Mirisnya lagi di kita tidak ada upaya antisipasi atau memberi laporan ke pihak BBWS. Padahal ada anggota DPRD di daerah banjir itu," tegas putra pertama pasangan H. R. Heryana itu


Hal lain yang menjadi fokus Dani adalah soal kesejahteraan warga. Masih banyak rumah tidak layak huni ditemukan di daerah Pantura. Pemerintah sejauh ini tindakan instan seperti hanya dengan menggelontorkan bantuan rutilahu dari pemerintah pusat.  Sementara tindakan ril pemerintah setempat hingga saat ini belum nampak dan dirasakan warga. "Muaranya soal kesejahteraan. Jika ini tidak diperkuat, maka jumlah rutilahu dan angka kemiskinan akan selalu bertambah," ujarnya.

Masalah tersebut, kata Dani, bisa dituntaskan jika pemerintah punya itikadi baik dan anggota DPRD, sadar dengan tugas pengawasannya. "Ini yang harus difahamkan oleh warga dalam memilih. Jangan sampai karena salah dan iming-iming rupiah, kita korbankan nasib dan daerah kita. Saatnya kita harus cerdas, saatnya yang muda yang lebih energik dan aspiratif diberi kesempatan sebagai wakil di DPRD," pungkasnya. [annas nashrullah l @annas_nsh]


Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


Twitter Update

Terbangkan Pesawat Tanpa Awak, Wabup Subang Terima Brevet dari FASI https://t.co/92WbjsY016
Lanud Suryadarma Kalijati jadi Tuan Rumah Kejurnas Terbang Layang https://t.co/t5K9OckO3U
Menengok Aktivitas Polisi asal Papua di Jatiwangi Majalengka https://t.co/KXTPFPhZHt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page