Fauzan Fasya: Saya Punya Mimpi dengan Rakyat


"Semua caleg menawarkan janji-janji politik yang luar biasa indahnya. Saya menghargai itu. Tapi buat saya, karena keterbatasan kewenangan DPRD, apa yang menjadi mimpi warga akan saya perjuangkan melalui hak aspirasi DPRD dari dalam sistem," kata Fauzan kepada TINTAHIJAU.com

Caleg PAN nomor urut 7 dari dapil Subang, Cibogo dan Cijambe itu mengatakan tidak sedikit para caleg menjanjikan sesuatu yang di luar kewenangannya. Dikatakannya, tidak sedikit caleg yang menawarkan perbaikan jalan, pendidikan gratis, dan kesejahteraan padahal bab itu
kewenangannya ada di eksekutif bukan di DPRD.

"Jangan bodohi pemilih, hanya demi sebuah pemenangan, rakyat dinina bobokan dengan janji-janji yang sejatinya bukan kewenangan DPRD. Seharusnya pemimpin itu tidak memberikan pemahaman irasional kepada rakyat, " tegasnya.

Sebaliknya, tegas Fauzan, caleg itu harus memahami fungsi dan tugas pokok wakil rakyat. Seorang pemimpin, imbuhnya, harus tahu kapasitasnya, mengerti masalah dan cara menyelesaikannya. Namun faktanya, tidak sedikit anggota DPRD yang terkesan mengabaikan masalah publik, bahkan menganggap tidak ada masalah saat Perda yang merupakan produk hukum mereka ditabrak.

"Masalah yang sesungguhnya adalah DPRD kerap lupa tupoksinya sebagai legislator atau pengawas atas Perda dan kinerja eksekutif. PR terbesar
kita adalah itu. Jika tidak, apa yang menjadi harapan dan mimpi rakyat akan kembali menguap," tandas aktivis GPI Subang itu.

Sadar dengan masalah itu, Fauzan yang kerap turun jalan memprotes kebijakan pemerintahan yang dianggapnya tidak prorakyat itu berusaha
mengembalikan sesuatu pada tempatnya untuk mewujudkan mimpi rakyat itu.

Sekedar mengingatkan, Fauzan bersama aktivis lainnya turun ke jalan memprotes kebijakan pemerintahan meskipun beresiko pada keselamatan dirinya. Isue yang kerap ia suarakan soal reformasi birokrasi dan penegakan supremasi hukum.

"Berangkat dari situ, jika terpilih nanti, tentu saja apa yang saya teriakan dulu, akan menjadi jalan pintas untuk melakukan sebuah perubahan dengan mendisiplinkan dan mengembalikan tupoksi di relnya," tegasnya.

Saat ditanya kontribusi ril ke konstituen jika terpilih nanti? Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Subang menegaskan sebagai kaum muda, dia berkomitmen menjadi penyambung lidah rakyat. Hak aspirasi rakyat yang melekat pada diri DPRD, kata Fauzan, harus menjadi hak sesungguhnya dan dikembalikan ke rakyat.

"Saatnya yang muda mengambil bagian dalam sistem. Saatnya yang muda menjadi jembatan bagi penyambung lidah rakyat. Sornag pemenang itu berkomitmen, sementara pecundang paling mudah menebar janji," pungkasnya. [annas nashrullah l annas_nsh]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Peran Penting Ayah Bagi Anak https://t.co/wvzuaP5Atr
Persib Siapkan Reuni Tim Juara Maung Bandung https://t.co/NHBfkNYuBL
Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan 7 Orang di Tol Cipali https://t.co/4C6tZd1BPP
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page