Jejak H. Ruhimat: Dari Dagang Koran, Kuli Panggul Pasar sampai Jadi Bupati Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Bupati Subang H. Ruhimat blak-blakan masa suramnya dari mulai kecil hingga remaja. Sebelum menjadi pengusaha sukses dan Bupati, Ruimat pernah menjajal sebagai penjual koran dan kuli panggul di Pasar Cibitung.

Masa lalu Bupati disampaikan pada Agedan #RamadanCeria Ngobras atau 'Ngobrol Bareng Mang Annas' di Pelataran DPRD Sabtu sore. Bupati yang hadir bersama sejumlah pejabat lainnya itu didaulat untuk mengenang masa laluny untuk menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

"Saya mendengar, kalau Bupati ini adalah yatim sejak SD dan dagang koran untuk bisa makan dan bantu ibunya. Saya kira ini menjadi pelajaran dan inspirasi dan motivasi buat anak-anak hari ini, sehingga gigih dan patah semangat untuk berjuang dan berusaha keras," kata Inisiator Ngobras Annas Nashrullah mendaulat Bupati

Tantangan ini dijawab Bupati. Dia menceritakan masa kecilnya yang tidak beruntung dari anak lainnya. Dia harus yatim pada saat masih duduk di bangku SD. Diapun harus mengikuti ibunya ke Bekasi sebagai tukang cuci. Di sinilah, Ruhimat kecil berjualan koran. "Iyah betul, saya dulu sempat dagang koran di pasar dan angkutan umum. Kenapa koran, karena gak harus pake modal. Dari mana saya modal. Tapi ada selisih harga, selisihnya itulah yang bawa pulang," kenang Ruhimat

BERITA TERKAIT:
Bahas Kepemimpinan, Ngobras Bareng Bupati Subang Bikin Suasana Semakin Hot
Bupati Subang Serahkan Dana CSR BJB untuk Panti Laras Kalijati
Buktikan Janji Politik, Bupati Subang Berikan Gaji untuk Yatim Lewat Baznas


Beranjak dewasa, Ruhimat yang sering nongkrong di Pasar Cibitung itu akhirnya banting setir. Dagang koran dia tinggakan dan memilih sebagai kuli panggul. "Waktu itu siapa yang tidak kenal saya? karena saya jadi kuli panggul. Alhamdulillah mungkin rezekinya di situ, meskipun tidak seberapa tapi cukuplah untuk makan dan halal," kata Ruhimat

Meskipun ekonomi keluarga tidak mendukung, namun semangat Ruhimat untuk mengenyam bangku pendidikan tidak pernah patah. Menjadi kuli panggul dan kerja serabutan lainnya yang dijalani Ruhimat bukan saja untuk membantu ibunya dan adeknya itu, dia gunakan untuk kebutuhan biaya pendidikannya.

"Kuncinya harus semangat, gigih dalam berusaha. Yang kedua jujur. Alhamdulillah, prihatin dan semangat itu, mengantarkan saya sampai sekarang ini. Dulu waktu muda, saya tidak pernah terpikir jadi Bupati, yang penting semangat kerja saja," kata Ruhimat

Sejak Desember 2018, Ruhimat resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Bupati Subang bersama Wakilnya Agus Masykur oleh Gubernur Jabar di Gedung Sate. Jalan hidupnya itu menjadi salah satu inspirasi Ruhimat dalam menentukan arah kebijakan. Dia berambisi, kesejahteraan masyarakat Subang betul-betul terwujud, termasuk masalah kesehatan dan pendidikan.

"Saya jalan dari titik nol, pahit dan keras. Saya mohon doa dan dukungan, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan saya insya Allah sama, kita sama-sama perjuangkan. Tapi ya harus sabar, karena dalam pemerintahan ini ada mekanisme, ada aturan dan lainnya. Tapi insya Allah, kita menuju ke sana. Saya beruntung dan bersyukur, ada orang-orang hebat di Dinas dan OPD lainnya untuk sama-sama  mencapai cita-cita bersama" katanya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pemkab Majalengka Rogoh Rp3 Miliar untuk Pilkades di 142 Desa https://t.co/69W1IZbIpE
Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Bangun Sinergi, Ketua PD PUI Majalengka gelar Silaturahim dengan PCNU https://t.co/T4SiKAS9sW
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page