FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Aktivis LH Subang: Leuweung Ruksak, Cai Beak, Manusa Balangsak

Aktivis Lingkungan dibuat geram dengan fakta kondisi bukti, hutan dan alam yang semakin rusak. Aktivis LH Perempuan Iis Rohaeti menyuarakan kegelisahannya lewat media kaos.

Aktivis LH Subang dari gender perempuan yang masih konsisten dengan lingkungan satu diataranya adalah Iis Rohaeti. Separuh hidupnya dihabiskan untuk lingkungan yang semakin rusak. Sebagai bentuk 'perlawanan' belasan tahun lalu Iis bersama rekannya mendirikan Ormas Masyarakat Peduli Lingkungan Subang (MAPAS).

Semangat menjaga lingkungan, tidak menghalangi usia Iis yang sudha memiliki cucu itu. Bahkan, bagi Iis, alam sudah menyatu dalam hidupnya. "Mungkin karena sering di hutan, kalau lagi sakit, kalau yang lain kan diam di rumah, saya malah naik gunung, alhamdulillah sehat lagi," kata Iis

Konsistensi Iis soal lingkungan patut diacungi jempol. Meskipun perempuan dan usia tidak lagi muda, waktu Iis habis di alam. Tidak jarang dia keluar masuk hutan, bukti dan pegunungan. Bersama rekannya dia memastikan kondisi lingkungan sudah semakin membaik.

Namun kenyataan berbeda 180 derajat. Iis tidak jarang dibuat geram dengan akksi pembalakan liar hutan. Bukan saja masalah ekosistem dan kerusakan alam, dampak terburuk dari penebangan sproadis akan mengundang bencana alam. "Alam Subang ini luar biasa indah dan hijaunya. Tapi nyatanya, tidak sedikit rusak, akibat tangan tidak bertanggung jawab," jelasnya

Iis tidak saja bicara, berulang kali dia turun ke lapangan untuk lakukan penghijauan dan penanaman pohon. Seperti yang dilakukan Sabtu (16/2/2019). Dia bersama warga dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang melakukan aksi tanam pohon di sisi jalan Tanjakan Emen Ciater, Sabtu, (16/2/2019).

Penanam seribu pohon berbagai jenis ini di harapkan mampun mencegah kerusakan lingkungan yang terjadi di perbukitan sekitar Jl. Tanjakan Emen Ciater, akibat alih fungsi lahan. "Saya tidak akan capek untuk menanam. Saya tidak mau mewariskan air mata untuk anak-cucu," tandasnya

Menurut Iis Rohati, kawasan di sekitar Tanjakan Emen ini merupakan zona resapan air, yang perlu dijaga. "Ini daerah zona resapan air, yang diatasnya ada cagar alam. Hal ini bisa dijadikan zona penyanggah konservasi. Sementara itu terdapat juga sumber mata air, sumber mata air ini menghidupi warga di beberapa desa di kecamatan Ciater," kata Iis

Kampanye menjaga lingkungan, bukan saja mengajak lewat forum komunitasm tapi dengan memanfaatkan kaos. Tidak jarang, kalimat yang dicetak dalam kaos akan membuat mata merah bagi yang membacanya. Sentilan Iis lewat media kaos, bikin gerah bagi mereka yang berkepentingan.

Seperti kaos yang dikenakan saat aksi tanam 1000 pohon di Tanjakan Emen yang berisi ungkapan kemarahan. Leuweung Ruksak, Cai Beak, Manusa Balangsak (hutan rusak, air habusm manusia belangsak).
 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAUcom



Banner Kanan 1

Twitter Update

Fraksi PKS Dorong Pemkab Subang Dongkrak PAD https://t.co/a904oWYFFa
Universitas Majalengka-IPB Kolarobasi KNM/KKN Tematik Bersama Tahun 2018-2019 https://t.co/vny2bHhKlu
Puluhan Hektar Tanaman Padi di Patokbeusi Subang Dilanda Kekeringan https://t.co/LZ9rbioHXD
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page