Eryanti, Merawat dan Menularkan Kesundaan Lewat Buku dan Bale Budaya

Meski usianya tak lagi muda, namun semangat Eryanti melestarikan dan mewariskan kesundaan ke generasi selanjutnya terus menyala.

Semangat ini salah satunya didorong rasa prihatin atas nasib sunda dan kesundaan di era kekinian. Menurut Eryanti, jangankan tulisan atau aksara sunda, bahasa komunikasipun kini sudah mulai tergeser dengan bahasa lain.

Budayawan Sunda ini mengatakan, bukan sesuatu yang salah, jika hari ini banyak menyerap  budaya asing. Namun, kata Eryanti, idealnya, bukan untuk mengegrus bahkan menghilankan keberadaan budaya kedaerahan.

BACA: Ajarkan Aksara Sunda, Eryanti Terbitkan Buku Kamus dan Referensi Sunda

"Bagi etnik yang memiliki sistem aksara sendiri apakah rela membiarkan dan mengabaikan permata intelektualnya sendiri? Justru kita harus menjaga atau melestarikan kebudayaan yg merupakan jati diri dan eksistensi kita, apalagi hasil manifestasi intelegensi manusia Indonesia," papar Eryanti kepada TINTAHIJAU.com

Eryanti menegaskan, seharusnya, di tengah kemajuan jaman, rasa bangga terhadap nilai-nilai kedaerah dan kearifan lokal harus lebih kuat lagi. Bangga, karena Sunda memiliki identitas dan tetap eksis meski jaman terus berubah dan berkembang.

Di satu sisi, kebanggan yang diekpresikan dengan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, bisa menjadi warisan untuk generasi selanjutnya. Dengan demikian, kesundaan akan tetap terjaga dan eksis di setiap jaman.

"Budaya Aksara sunda yang jelas-jelas merupakan kekayaan intelektual bangsa ini, harus kita wariskan kepada generasi kita agar mereka  mengenal dan merasa memiliki sehingga timbul kebanggaan pada mereka sebagai generasi penerus," terangnya

Eryanti tidak hanya berterori. BBudaywan asli Bandung itu sudah menelorkan banyak buku tentang kesundaan. Hingga saat ini, beberapa buku diantaranya yang sudah dia tulis adalah peso pangot ninggang lontar diajar munggaran aksra sunda, metodologi mengajarkan aksara sunda, dan  buku Calakanana Urang pasundan dina budaya tata tulis

Saat ini Eryanti sedang menyiapkan buku Mengenal aksara sunda Kaganga bagi anak TK. "Ke depan saya berharap, kesundaan ini bisa menjadi muatan lokal Sekolah di semua tingkatan di Jabar. Tidak hanya sunda karena bahasanya, tapi mengenalkan tentang budaya, termasuk aksara sunda," harap Eryanti.

Bukan cuma buah intelektual yang menjadi bukti kesungguhan dan semangat Eryanti merawat dan menularkan kesundaan, tapi dia mendirikan sejumlah Bale Budaya Aksara Sunda di sejulah daerah di Jabar. Satu diantaranya di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

"Di sini bisa menjadi benteng sunda, kedua di sini pun bisa menjadi alat untuk sosialisasi sekaligus diskusi tentang kesudnaan warga setempat," pungkasnya

Pemkab Sumedang, lewat Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga menyambut baik dengan program yang digagas Eryanti, sebagai salah satu cara melestarikan budaya sunda.

"Jadi begini, ketika kita mengimplementasikan aksara sunda, ini bisa menjadi kegiatan untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Sumedang itu sendiri, seperti membatik, atau ukiran huruf suko dan masih banyak lagi, selain untuk mendukung pelestarian budaya luhur para leluhur pajajaran tentang keaksaraan sunda kaganga," jelasnya


FOLLOW SOCMED
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Peringati Hari Puisi, Budayawan Majalengka Gelar Macasukma https://t.co/CIyFGeOnY2
DPD PKS Subang: Kami Wakafkan Agus Masykur untuk Benahi Subang https://t.co/HyqZ6fcPTv
Ada yang Beda, Ini Penampakan Taman di Sisi Jalan Alun-alun Subang https://t.co/rRWfnWNV91
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page