FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Adi, Pelajar SMPN 1 Jatitujuh Ciptakan Wayang dari Bahan Baku Kertas

Adi Tandean (17), murid Kelas VII SMPN 1 Jatitujuh Majalengka ini sukses membuat Wayang dari bahan baku Kardus. Hasilnya, cukup indah dan bernilai seni.

Adi membuat terobosan baru bahan pembuatan wayang yang biasanya dibuat dari kulit atau kanvas. Inovasi Adi ini salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai tradisi yang disesuaikan dengan kebutuhan jaman. Maklum saja, di era sekarang anak muda lebih cenderung melihat tampilan dari hasil karya.

Seorang seniman Konser Kampung Jatitujuh, Didin Ketut mengatakan, Adi sejak beberapa hari lalu sibuk dengan proyeknya, membuat wayang Kardus atau Daluang. Didin mengatakan, dalam satu hari Adi bisa membuat lima buah wayang. "Karakter wayang yang dibuat Adi ini diambil dari orang-orang yang ada di sanggar Konser Kampung," kata Didin

Didin menerangkan, wayang  kardus atau wayang daluang ini merupakan salah satu media untuk menjalin Komunikasi dengan masyarakat. "Zaman dulu, wayang daluang dijadikan mainan anak-anak. Sekarang diciptakan lagi untuk menumbuhkan kreativitas serta memanfaatkan limbah kardus," ujarnya.

Melihat semangat Adi, sebagai apreisasinya, Adi rencananya akan diikut serrtakan dalam Konser Kampung Jatitujuh dengan  keliling ke beberapa desa. "Kami berencana melakukan pertunjukan, selain ke desa juga akan masuk ke sekolah. Sementara cerita yang dibawakan adalah kehidupan sehari-hari. Sebagai media informasi dan curhatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.

Wayang Daluang tak lain adalah kertas tradisional yang terbuat dari bahan lembaran kulit kayu pohon paper mulberry (Broussonetia papyryfera Vent) atau dalam bahasa sunda disebut pohon saeh. Pembuatan kertas ini dilakukan dengan cara ditumbuk, diperam, dan dijemur di terik matahari dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana.

Daluang sebagai bagian dari tradisi tulis di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14. Sejak zaman dulu, daluang digunakan sebagai bahan wayang, salah satu jenis wayang di Jawa yang memanfaatkan lembaran atau gulungan daluang untuk merekam kisah atau cerita pewayangan dalam bentuk bahasa gambar.

Daluang digunakan dalam berbagai tradisi tulis di Indonesia, mulai dari tradisi pesantren sampai dengan pemanfaatan untuk keperluan administrasi di zaman kolonial hingga awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Echa)



Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tekan Impor, Indonesia Sudah Bisa Produksi Bibit Ayam di Subang https://t.co/bNCIWdJJPP
Manfaat Tak Terduga dari Sentuhan Ibu Bagi Anak https://t.co/Gudtg8MZvx
Jalanan Mulus, Waktu Tempuh Bantarsari ke Subang Kota Hanya 15 Menit https://t.co/w9Lfg3EE0N
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page