Pendidik asal Subang Menjadi Duta Indonesia di Malaysia

Fadillah Tri Aulia, Kepala SDIT Al-Furqon Sukajadi Subang, menjadi salah satu peserta terpilih yang mengikuti program Bantu Guru Melihat Dunia (BGMD) chapter Malaysia.

"Dari ratusan peserta yang mendaftar se-Indonesia dipilih sepuluh orang untuk mengikuti program ini, alhamdulillah saya salah satunya," kata Fadillah dalam rilis yang diterima TINTAHIJAU.com

Untuk mengikuti program ini Fadil harus melalui proses tahapan seleksi. Pertama seleksi berkas pendaftaran berupa formulir, surat izin dan keterangan, essay pendidikan, serta rencana post-activity. Setelah itu berlanjut ke tahapan wawancara yang dilakukan secara daring atau online. Ada langsung tiga pewawancara yang menggali lebih dalam terkait motivasi, latar belakang, dan rencana para peserta dalam mengikuti BGMD. Beberapa sesi wawancara dilakukan dalam Bahasa Inggris.

"Sempat berkecil hati, karena saingannya luar biasa, rata-rata mereka guru berprestasi yang pernah ke luar negeri atau memiliki prestasi di tingkat nasional. Terlebih sempat ada gangguan jaringan saat wawancara berlangsung," kata Fadil yang merupakan lulusan UPI.

Selain Malaysia ada tiga negara lain yang menjadi tujuan program BGMD ini yaitu Australia, Jepang, dan Tiongkok. Program ini merupakan salah satu program yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. Organisasi yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri ini ingin membantu guru Indonesia untuk membuka wawasan dan pengetahuan dengan melihat pendidikan di negara lain di dunia. PPI Dunia memberikan fasilitas berupa tiket peswat pulang-pergi dan akomodasi gratis selama di Malaysia bagi peserta BGMD.

Selain Fadil ada tiga guru lain yang berangkat ke Malaysia. Mereka adalah Ida Ayu Dewi dari Cimahi, Reni Sartika dari Sumatera Barat, dan Ade dari Malang. Mereka mengikuti program ini dari tanggal 22-29 Juli 2018 lalu. Selama di Malaysia mereka melakukan observasi pembelajaran di sekolah Malaysia untuk mengetahui mengenai metode, lesson plan, serta evaluasi dan assessment yang digunakan.

Selain itu, di hari terakhir para peserta BGMD diberi kehormatan dan tantangan untuk mengajar di sekolah tersebut dengan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris atau Melayu. "Alhamdulillah siswa dan guru di sana mengapresiasi praktik mengajar yang kami lakukan. Kami sama-sama saling belajar satu sama lain," terang Fadil.

Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia Malaysia di Kuala Lumpur, Prof. Dr.  H. Ari Purbayanto, M. Sc. Dalam diskusi tersebut beliau menyampaikan bahwa PR pendidikan Indonesia sangat berat, terutama dalam masalah karakter dan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Dalam dunia kerja, tak jarang ditemui pegawai Indonesia menunjukan tingkat kedispilinan dan ketaatan yang kurang baik. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris yang kurang memadai menjadi rintangan mereka untuk bersaing di dunia internasional.

Di kesempatan lain, peserta BGMD chapter Malaysia juga mendapat kehormatan untuk berkunjung ke Sekolah Indonesia Luar Negeri Malaysia Kuala Lumpur. Sekolah ini meruapakan sekolah khusus bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia. Sekolah ini terdiri dari tingkat PAUD hingga SMA. Mereka menggunakan kurikulum sebagaimana halnya sekolah di Indonesia.

Dalam kunjungan kali ini, Kepala SILN Kuala Lumpur yang juga merupakan Ketua MKKS SILN dunia menyampaikan bahwa secara akademik siswa Indonesia masih lebih unggul namun untuk karakter kita harus mengakui bahwa anak Malaysia lebih baik.

Selain untuk melihat sistem dan praktik pendidikan di Malaysia,  program BGMD ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal budaya di negara tujuan. "Panitia mengajak kami untuk mengunjungi berbagai tempat wisata dan mencicipi berbagai jenis makanan khas negeri Jiran," ungkap Fadil.

BGMD kali ini merupakan program perdana. PPI Dunia berencana menjadikan BGMD sebagai program rutin sebagai bakti mereka untuk pendidikan Indonesia. "Saya senang dapat mengikuti program ini dan bangga dapat memperkenalkan Subang di tingkat dunia," pungkas Fadil.



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Persib Siapkan Reuni Tim Juara Maung Bandung https://t.co/NHBfkNYuBL
Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan 7 Orang di Tol Cipali https://t.co/4C6tZd1BPP
Ini Daftar Tujuh Korban Tewas di KM 117 Tol Cipali https://t.co/8ZShZOOiyT
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page