FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan, Kemdikbudristek: Diperkukan Dukungan Semua Pihak

Indeks Artikel





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Untuk menangkal intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan, Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek, Nizam mengatakan, membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dalam hal ini, tidak hanya sekolah maupun perguruan tinggi.

“Ki Hadjar Dewantara mengingatkan kita, bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah. Tapi dalam keluarga, di persekolahan, dan di masyarakat. Untuk menghapus radikalisme dan paham-paham eksklusif harus dilakukan melalui ketiga sentra pendidikan tersebut. Meski di kampus sudah dididik dalam semangat inklusif, kalau di masyarakat salah bergaul bisa saja menjadi radikal,” ucapnya Nizam seperti yang dimuat di laman Beritasatu.com, dikutip Kamis (28/10/2021).

BACA JUGA:
Heboh Pernyataan Al Gore 'Indonesia Negara Rapuh', Begini Kata Megawati

Nizam menyebutkan, intoleransi adalah benih perpecahan. Oleh karena itu, tidak boleh ada intoleransi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, Sumpah Pemuda mengajarkan pada semua, bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi berkat persatuan anak bangsa. Untuk itu, kesadaran akan Bhinneka Tunggal Ika ini harus terus dikokohkan dan diaktualisasikan di lingkungan pendidikan.

“Kampus adalah tempat para intelektual muda mengembangkan diri dan intelektualitasnya. Seorang intelektual sejati akan memandang segala sesuatu secara kritis dan objektif, terbuka terhadap pandangan orang lain. Jadi tidak ada tempat untuk intoleransi dan eksklusifisme,” terangnya.

Ia menuturkan, kesadaran akan pentingnya persatuan dimulai dari saling mengenal dan memahami perbedaan. Lanjut dia, sejak dini pendidikan harus mengembangkan pendidikan yang inklusif. Dalam pendidikan yang inklusif murid akan berada dalam lingkungan yang heterogen, beragam latar belakang dan kemampuan.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

BMKG Ingatkan Hujan Petir Diprediksi Terjadi pada 27 November https://t.co/bZj8k8cFdh
Soal Putusan MK, Kemnaker Sebut Indonesia Memerlukan Upah Berbasis Kinerja https://t.co/yg0kdp6pMV
Antisipasi Lonjakan Kasus Corona Jelang Nataru, Setiap Pintu Tol Akan Ada Check Point https://t.co/hmZC48hV7q
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter