FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Diterjang Pandemi, Pengusaha Muda asal Subang Tekor Rp1.8 Miliar dan Ditolak Bank

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Pandemi Covid-19 berdampak serius terhadap gerak ekonomi warga. Salah satunya pengusaha muda asal Subang yang harus merugi Rp1.8 miliar dalam rentan waktu 5 bulan.

Pengusaha Muda, Riko Rifaldi (21) menelan kerugian tidak sedikit. Sejak Februari hingga Juni lalu, Riko harus menelan kerugian hingga Rp1.8 miliar.

Usaha Pemuda asal Desa Bojongkeding, Kecamatan Tambakdahan, Subang itu bergerak di bidang distributor sembako. Mengawali usahanya, jebolan SMAN 3 Subang ini berbekal Rp400 juta, hanya butuh sebulan omzet usahanya sudah tembus Rp5 miliar.

Namun kondisi usaha Riko berbalik 180 derajat memasuki 2021 ini. Dari catatan cashplow, usahnya mengalami penurunan sejak Februari 2021 ini. Kondisi itu terus berlanjut hingga bulan Juni kemarin.

BACA JUGA: Riko Rifaldi, Sultan Muda Dari Binong Subang. Cek Kekayannya...

"Ketahuan dari hasil audit Februari. Cuma pada waktu itu saya berfikirnya, mungkin lagi gak bagus, bulan depan insya Allah sudah stabil lagi. Ternyata malah terus berkurang. Dalam 5 bulan ini sekitar Rp1.8 miliar," kata Riko.

Kerugian besar ini, kata Riko ditimbulkan dari pengeluaran perusahaan lebih besar dari pemasukan. Menurutnya, sembako yang biasa didistribusikan ke tingkat agen tersebut mengalami penurunan dampak dari berkurangnya warga yang berbelanja.

"Kita kan mainnya di sembako ya, tentu saja yang belinya warga. Nah karena ekonomi warganya bermasalah, akhirnya pembelian warga berkurang, dan ini berdampak ke agen kami yang ujungnya ke kami," jelasnya

"Sebenarnya kalau dampak covid-19 ini saya sudah memprediksi, tapi dengan jumlah besar seperti ini, ini di luar prediksi,' imbuhnya.

Di tengah kondisi usahanya yang tidak baik, Riko masih tetap harus membayar gaji dan operasional kepada sekitar 80 karyawannya. Riko sendiri belum berniat untuk melakukan PHK.

"Saya tidak tega juga kalau PHK mereka. Maaf ya, mereka sampai bilang, gak apa-apa digaji berapapun asal tidak PHK. Akhirnya dengan berat hati saya ambil opsi kedua,' terangnya

Pengajuan Pinjaman Riko Ditolak Bank




Celakanya, Riko seperti sedang jatuh ketiban tangga pula. Di tengah usahanya jatuh, Riko ditolak saat mengajukan pinjaman ke sejumlah Bank. Kondisi ini berbalik 180 derajat saat dia masih jaya, tanpa dipinta pun, tidak sedikit bank yang datang menawarkan pinjaman dengan nominal besar.

Usaha nyari suntikan Riko tidak hanya di Jabar, dia berusaha menghubungi sebuah Bank di daerah Jawa Tengah. Namun hasilnya tetap nihil.

"Saya coba ajukan pinjaman ke Bank tapi semuanya menolak. malah sampai ke daerah Jateng. Sebenarnya, ruggi Rp1.8 miliar ternyata lebih sakit ketika kita ditolak,' imbuhnya

REKOMENDASI: Riko Rifaldi, Gagal Masuk Polri Kini Jadi Pengusaha Muda Beromzet Rp5 Miliar



Tapi bukan Riko namanya kalau menyerah. Untuk menguatkan usahanya, dia memilih opsi terakhir dengan menjual lahan sawahnya sekitar 3 hetare. "Pilihan satu-satunya kita jual sawah, alhamdulillah ada yang minat dari Jakarta,' jelasnya.

Jatuh bangun mengelola usaha, menjadi pengalaman berharga bagi pemuda yang masih single ini. Dia mengatakan, kondisi ini hampir dialami oleh semua orang. Namun jelas Riko, jatuh itu sebagai prasyarat untuk bangkit.

'Kuncinya kita konsisten dan jangan mudah menyerah. kita ikuti saja iramanya sambil terus berusaha. Mudah-mudahan ke depan, kembali membaik dan terus membaik,' pungkas Riko berharap


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Hati-hati, Peristiwa Ini Dapat Sebabkan Gangguan Psikologis Bahkan Depresi https://t.co/s4IGs1Jbzc
Apa sih Bedanya iPhone 13 dan iPhone 12? Ini Jawabannya https://t.co/20HBuLSgdB
Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Lingkungan Pendidikan, Kemdikbudristek: Diperlukan Dukungan Semua Pihak https://t.co/rCJ1cmegxq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter