FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jebolan Manajemen Informatika, Pemuda asal Majalengka ini Sukses Sebagai Pengusaha Budidaya Jamur Tiram

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Menikmati Jamur, bukan saja dalam bentuk sayuran atau sebagai peneman makan. Di tangan warga Rajagaluh, Majalengka, Jamur Tiram diolah menjadi panganan ringan yang menggiurkan

Seorang petani jamur Dendi Nurdian (40) asal Desa Rajagaluh Kidul, Majalengka mengolah jamur tiram menjadi makanan ringan. Di tangan Dendi Jamur Tiram itu disulap menjadi berbagai varian makanan seperti jamur krispi, sate jamur, siomay jamur.

Dendi yang merupakan lulusan Manajemen Informatika Bandung ini menggeluti dunia Jamur sejak 2009 lalu. Bagi dia, latar belakang pendidikan yang didapatnya itu tidak harus sejalan dengan dunia kerjanya.

Sebaliknya, dengan backgroun pendidikan yang berbeda, akan memberi energi dan pemahaman lebih saat terjun di dunia kerja yang dia gelutinya.

Dendi yang mencintai dunia pertanian ini, kepincut dengan potensi Jamur. Di benak Deni, usaha jamur memberi prospek ke depan.

"Mungkin udah jalannya ya, jadi intinya saya suka pertanian. Kenapa jamur, saya melihat di usaha jamur ini prospek. Mau pendidikannya apapun kalau sudah dijalankan dengan maksimal, hasilnya juga bisa maksimal," kata Dendi.

Usaha Dendi di Pertanian Jamur ini, dari hulu ke hilir, dari mulai bibit, produksi tanam, pembuatan media tanam, sampai pada pengolahan jamur.

Rupanya dia sendiri, dia mengajak banyak koleganya. Wajar dalam sekali panen atau sekitar 40 hari, Dendi bisa memanen sebanyak 75 ribu media tanam.

Banyaknya hasil panen Jamur, Dendi mengimpriovisasi dalam bentuk makanan ringan, dari mulai jamur krispi, sate jamur, sampai siomay jamur.

Panganan produksi Dendi ini, tidak hanya dinikmati warga Majalengka, tapi sudah digemari di Pasaran Jakarta, Bandung, Bekasi dan daerah lainnya.

Saat ini keripik jamurnya tersebut sudah memproduksi sekitar 1-2 Kwintal. Keripik Jamur ini dibuat dalam aneka kemasan dari netto 100 Gram sampai 1 Kg. Harganyapun variatif, dari mulai belasan ribu sampai Rp125 ribu perkemasan

"Kebanyakan dari Jakarta. Sebelum pandemi, alhamdulillah ya. Tapi setelah ada pandemi Covid-19 ada dampak juga ya," jelasnya


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Cara Mendidik Anak Agar Berani Menyampaikan Pendapat https://t.co/U350nxjhVW
Catat! Inilah Tips Aman Saat Main TikTok https://t.co/10EaEpXGiH
Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter