Asiiik, Subang Heritage City Segera Terealisasi

TINJAU SUBANG- Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang kini tengah menyusun pengembangan Subang City Heritage yang nantinya akan dipusatkan di Gedung Wisma Karya Subang.

Pengembangan SCH tersebut akan dilaksanakan bekerjasama dengan balai arkeolog, dan ditargetkan bisa terealisasi tahun 2016.

"Ini merupakan salah satu upaya Pemkab Subang mengembangkan tujuan wisata di Kabupaten Subang. Sebab selama ini tujuan wisata masih terpusat di wilayah Selatan, khususnya Kecamatan Ciater. Kami berupaya membuat beberapa alternatif sebagai pendukung, jadi nantinya di pusat kota Kabupaten Subang, ada yang bisa dikunjungi, utamanya yang berkaitan dengan Subang Tempo Dulu," ujar Sekretaris Disbudparpora Kabupaten Subang, Agustias Amin, Senin (25/1/2016).

Dikatakan Agustias, latar belakang pengembangan Subang City Heritage ini melihat potensi banyaknya bangunan tua di pusat kota Subang, termasuk ada di antaranya sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Misalnya Gedung Wisma Karya, dan Bangunan yang kini menjadi Kantor Satpol PP.

"Sekarang yang sudah dikenal masyarakat dan banyak dikunjungi baru Gedung Wisma Karya di Pusat kota, dan Rumah Sejarah di Lanud Suryadarma Kalijati," katanya.

Agus mengungkapkan melalui pengembangan Subang City Heritage ini nantinya bangunan-bangunan bersejarah akan diinventarisir. Kemudian didokumentasikan kondisi dulu dan perkembanganannya. Nantinya bisa disaksikan berupa film singkat atau slide disimpan dan bisa disaksikan di Gedung Wisma Karya.

"Jadi titik pusatnya di Gedung Wisma Karya. Selain sudah ada museum daerah, nanti akan ada ruangan khusus yang menampilkan gambar-gambar berikut narasi bangunan bersejarah di Subang. Jadi bisa jadi paket wisata, bagi wisatawan yang ingin melihat perkembangan, dari wisma karya akan dibawa ke beberapa tempat bersejarah, baik yang masih ada bangunannya maupun sudah berubah sekalipun," ujarnya.

Diakui Agustias, ada beberapa kendala yang dihadapi. Utamanya kepemilikan bangunan sejarah tak sedikit di antaranya sudah milik perorangan. Hanya sebagian kecil yang masih menjadi aset pemerintah.

"Idealnya bangunan sejarah itu bisa dimiliki pemerintah, tapi butuh biaya sangat besar, sepertinya untuk waktu dekat kecil kemungkinan bisa dibeli," katanya.

Amin warga Pabuaran Subang yang tengah berkunjung ke museum daerah di Gedung Wisma Karya, mengatakan datang dan melihat museum karena kebetulan ada keperluan di Subang Kota. Sambil mengisi waktu menyempatkan diri melihat museum daerah di Wisma Karya.

"Sekarang ada beberapa perubahan, Wisma Karya sebagian sudah dibenahi, seperti Gedung dengan ruang terbukanya sudah dibatasi dengan pagar," ujarnya.

Dia mengatakan walaupun banyak melihat bangunan kuno di beberapa daerah, tetapi tak mengetahui apakah itu merupakan bagian dari sejarah subang atau bukan.

"Yang saya tahu, baru gedung wisma karya dan rumah sejarah di lanud. Kalau nantinya ada pusat informasi khusus, terkait bangunan sejarah termasuk ceritanya akan lebih menarik lagi. Saya paling tahunya di internet, kalau disini ada kan jadi informasi resmi," ujarnya. [PRLM]

foto: Area Wisma Karya Subang (net)

follow twitter @tintahijaucom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pemkab Majalengka Rogoh Rp3 Miliar untuk Pilkades di 142 Desa https://t.co/69W1IZbIpE
Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Bangun Sinergi, Ketua PD PUI Majalengka gelar Silaturahim dengan PCNU https://t.co/T4SiKAS9sW
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page