FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kondisi Lalin Berdampak Jumlah Wisatawan ke Ciater 

TINJAU SUBANG- Kondisi lalu lintas (Lalin) menuju tempat wisata, memberi kontribusi terhadap menurunnya jumlah kunjungan wisatawan yang hendak ke obyek wisata di wilayah Subang.

Seperti yang dialami obyek wisata air panas Sariater, di daerah Ciater, Kabupaten Subang. Menurut Humas Sariater H. Yuki Arzuania kondisi jalan menuju obyek wisata berdampak pada jumlah kunjungan ke Sariater. Dengan volume kendaraan yang bertambah sementara jalan tidak berubah, mengakibatkan wisatawan memilih tempat lain yang mudah dijangkau.

Hal itu disampaikan Yuki saat mengklarifikasi berita sebelumnya terkait capaian target wisatawan tidak terpenuhi yang berdampak pada defisitnya pendapatan Sariater. Yuki mengklarifikasi, obyek wisata air panas Sariater tidak pernah mengalami defisit.

"Sariater merugi atau defisit itu tidak benar dan tidak pernah terjadi defisit. Yang terjadi pada semester sekarang adalah tingkat hunian dan jumlah kunjungan rekreasi tidak sesuai dengan yang ditargetkan oleh manajemen," kata Yuki dalam konprensi pers di Plasa Pasta Lampu Satu, Subang.

Ia memaparkan, tidak tercapainya target kunjungan dan hunian hotel pada semester ini, salah satunya dampak dari himbauan Pemerintah terkait larangan menggelar rapat di hotel. Ini, kata Yuki, mempengaruhi berbagai kegiatan outing dan out bound instansi

Selain karena itu, jelas Yuki, belum tercapainya target jumlah kunjungan yang datang ke Sariater, dipicu masalah lalu lintas. Ia menerangkan, volume kendaraan dan kondisi jalan menuju lokasi wisata tidak seimbang. Akibatnya, tidak sedikit wisatawan yang memilih obyek wisata lain yang mudah terjangkau.

"Jumlah wisatawan sesungguhnya meningkat, tapi kondisi jalan tidak mengalami perubahan. Sehingga ada antrian. Waktu tempuh, dari Subang ke Ciater bisa sampai 3,5 jam. Ini berpengaruh negatif minat kunjungan selanjutnya ke sini," paparnya.

Dibagian lain, Yuki menjelaskan keberadaan jalan Tol Cipali yang baru saja diresmikan, menjadi prospek untuk meningkatnya wisatawan. Hanya saja, jika keberadaan akses tol tersebut tidak dibarengi dengan pelebaran jalan atau skenario lalin, tidak banyak memberi kontribusi. "Kita berharap ada perubahan jalan menuju Ciater misalnya dengan memanfaatkan jalur alternatif," jelasnya.

Untuk mendongkrak jumlah kunjungan, Yuki menegaskan pihaknya memaksimalkan upaya sosialisasi dan promosi dengan memanfaatkan event-event, baik di Subang maupun di Bandung atau daerah lainnya. Dengan upaya itu, Yuki optimistis, target kunjungan wisatawan ke Sariater pada tahun ini, bisa tercapai.

"Kita masih optimistis targetan jumlah kunjungan bisa tercapai, dengan kerja team yang semakin solid masih ada waktu tiga bulan ke depan. Kita juga membuat paket midnight voucher, auto promo dan paket paket Camping, HSP membership, kerjasama keagenan dan fasilitas," pungkasnya. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]

 

Foto: Humas Sariater H. Yuki Arizuana

Follow twitter @tintahijaucom

 

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tembus 237 Kasus, Ini Daftar Sebaran Covid-19 di Subang Perkecamatan https://t.co/yXpjtZfTxm
88.111 Warga Karawang Dapat Bantuan Program PKH https://t.co/LIY4HLWpKW
Bakso Korejat Tawarkan 10 Varian Bakso yang Bikin Move On https://t.co/kzRUg5QE6D
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter