FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Menantang Air Terjun di Curug Cileat Subang


"Ketinggiannya di atas 100 meter, berada di tebing-tebing tinggi dan berada di bawah kaki Gunung Canggah. Ini air terjun tertinggi di Subang," kata Ade (58) pria yang ditokohkan di kampung tersebut belum lama ini.

Namun bagi yang memiliki fisik tidak kuat atau mudah capek, jangan coba-coba menginjakkan kaki di wisata alam tersebut. Sebab, pelancong yang menikmati air terjun akan berhadapan dengan terjalnya medan menuju lokasi itu.

Pengunjung akan melewati 3 air terjun dengan ketinggian yang relatif rendah, yang bisa dijadikan tempat beristirahat sebelum meneruskan perjalanan. Selain itu, berjalan melewati hutan dengan tutupan pohon yang rapat akan ditemui di sepanjang perjalanan selama 1 jam tersebut.

Selain itu, sepanjang perjalanan melewati hutan dengan jalan setapak, pengunjung dipastikan tidak akan menemukan papan informasi penunjuk arah menuju air terjun Cileat ini. Sehingga, setiap pengunjung yang belum mengetahui rute, dipastikan harus mengajak warga kampung setempat sebagai penunjuk arah.

Meski begitu, setiap akhir pekan atau libur nasional, setiap harinya puluhan orang mengunjungi air terjun tersebut, bahkan berkemah di area hutan di sekitar air terjun. "Jika tidak tahu tempat, warga sini siap mengantar pengunjung supaya tidak tersesat di hutan," kata Ade.

Selama perjalanan, tidak jarang monyet-monyet bergelantungan dan meloncati pohon demi pohon, menjadi pemandangan yang akan terlihat selama berjalan kaki melewati jalan setapak di sekitaran hutan. Aliran air dari sumber mata air banyak juga ditemukan sepanjang perjalanan.

Mendekati air terjun cileat, gemuruh air yang jatuh dari ketinggian 150 meter di atas tebing cukup menggema suasana hutan. Teriakan monyet serta kicauan burung di sekitaran hutan yang mengelilingi air terjun, menambah kesan bahwa mengunjungi air terjun Cileat ini menjadi wisata petualangan di Kabupaten Subang yang perlu dikunjungi. 

Aliran air yang terjun bebas dari tebing setinggi 100 meter lebih tersebut, kemudian mengalir melalui Sungai Ciseupan kemudian berhilir di Sungai Cipunagara. "Jika liburan panjang, pengunjung meningkat. Kami warga kampung Cibago, menginap di sekitaran air terjun untuk berjualan karena pengunjung juga banyak yang berkemah," ujarnya.

Ade menjelaskan, ketinggian air terjun Cileat ini menjadi primadona di Kabupaten Subang. Hanya saja, campur tangan pemerintah belum terasa sehingga obyek wisata alam air terjun ini kurang berkembang.

"Selama ini dikelola sama warga kampung sini saja tanpa ada bantuan dari pemerintah. Kami memungut biaya masuknya Rp6000. Bagusnya pemerintah daerah membantu memfasilitasi pengembangan wisata ini dengan mempermudah akses jalan kendaraan maupun akses untuk jalan kaki, supaya bisa dilewati semua kalangan dan tidak membahayakan pengunjung," katanya. [warlan putra l @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasien Covid-19 di Karawang Tambah 5 Orang https://t.co/AewFy3IRTb
Sudah 90 Persen, Pelabuhan Patimban Soft Launching Bulan November https://t.co/egV20TRUE8
Waspadai Ancaman Kekerasan, Pemkab Majalengka Godok Perda Perlindungan Anak https://t.co/VD62tYUI4i
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter