Wisma Karya: Dari Dansa Sampai Transaksi

"Sayang sekali, warga subang sepertinya tidak meminati musium, itu terlihat dari rata-rata pengunjung yang perharinya hanya sekitar 10 orang saja," kata pengelola museum, Ahmad Sholeh kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (20/3/2013).

Menurut Ahmad, museun memiliki sebanyak 212 koleksi. Terdiri dari 10 klasifikasi yaitu, Geologika, biologika, arkeologika, historika, karamogika, filologika, seni rupa, etnografika, numismatika, teknologika, tidak diminati oleh masyarakat Subang, padahal dimusium pengungjung akan tahu Subang dari masa lalu sampai sekarang. "Padahal kita sudah sebar brousur ke sekolah-sekolah untuk publikasi, tapi tetap saja Wisama selalu sepi," tuturnya.

Hingga saat ini arsitektur bangunan gedung bersejarah itu masih dipertahankan seperti aslinya. Hanya saja pemanfatannya yang mengalami perubahan. Sebelum resmi dijadikan museum yaitu sekitar bulan April 2003, dulunya gedung Wisma Karya dijadikan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Subang.

"Setelah ditinggalkan beberapa ruangan Wisma Karya dijadikan museum benda purbakala, kalau yang dulunya tempat dansa sekarang kerap disewakan untuk event. Dan beberapa tempat lainnya digunakan untuk kantor ormas," pungkasnya.

Selain disewakan, halaman Wisma Karya menjadi daya tarik tersendiri. terlebih pada sore hari. Wajah Wisma Karya berubah menjadi arena permainan anak-anak sampai remaja. Transaksi rupiah pun terjadi. Setidaknya aktivitas ekonomi di areal gedung sejarah itu terjadi antara warga yang bermain di sana dan pedagang kaki lima, meskipun sekedar memesan kopi.[warlan putra]


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemeriksaan SIKM Bikin Tol Cikampek Menuju Jakarta Macet Sejauh 3 KM https://t.co/WEMdXOpHNw
Hasil Rapid Test, Sebanyak 40 Tenaga Medis RSUD Cideres Negatif https://t.co/m69NPPNTan
Fakta di Balik Trendingnya Karakter Fizi pada Serial Animasi Upin dan Ipin https://t.co/Y8rQLD9X6D
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter