FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

ITCBET

Ternyata Ini Fungsi Goa Jepang di Majalengka Tempo Doeloe



Di Majalengka, sebuah bungker masa kolonialisme jadi destinasi pemburu objek foto. Bungker yang berlokasi di tepi saluran irigasi Cibudug dan persis di samping Markas Kodim 0617/Majalengka itu, saat ini dikenal dengan sebutan Goa Jepang.

Dibangun oleh pemerintah Belanda untuk memata-matai warga Majalengka, tentara Jepang menaikkan fungsinya kala mereka berkuasa di daerah berjuluk Kota Angin itu. Ini sebabnya kemudian diakrabi sebagai Goa Jepang.

"Komplek Kodim 0617/ Majalengka ini sendiri dulu merupakan kompleks tangsi pasukan militer Belanda yang dikenal sebagai tentara Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda," ujar Ketua Grup Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana belum lama ini.

BACA JUGA:
Pulau Komodo Masuk Sebagai Pulau Terindah Di Dunia untuk Tahun Ini
Stone Garden, Tempat Wisata di Bandung Dengan Panorama Indah
Ayo ke Majalengka! Nikmati Puluhan Destinasi Wisata yang Super Keren


Kala itu, pemberontakan dan pergerakan politik masyarakat Majalengka tengah nge-hits. Tak heran bila kemudian pemerintah Belanda memperketat pengawasan terhadap pergerakan politik pribumi.

Akhirnya Belanda mendirikan tangsi militer itu pada 1923. Bersamaan dengan itu, dibangun pula bungker tersebut yang bertujuan mengawasi aktivitas masyarakat Majalengka.

Bungker itu sendiri terdiri atas dua buah, yang masing-masing dilengkapi dua pintu. Ukuran bungker sekitar 5x5 meter, dengan sekat pemisah pada kedua pintunya.

Bungker itu tak kehilangan manfaatnya, pun ketika tentara Jepang menduduki Indonesia. Jepang bahkan lebih intens memanfaatkan bungker tersebut, bahkan membangun bungker baru, demi kepentingan perang Asia Pasifik yang dihadapi saat itu.

Bukan saja sebagai tempat mengawasi, bungker itu dimanfaatkan pula tentara Jepang untuk menyimpan senjata hingga menahan tawanan perang.

"Makanya bungker ini lebih dikenal dengan sebutan Goa Jepang," tuturnya.

Baru pada Era Revolusi Indonesia atau Perang Kemerdekaan Tahun 1945-1949, bungker ini dimanfaatkan para pejuang Indonesia sebagai kubu pertahanan melawan tentara NICA Belanda.

Pasukan Belanda pun sempat menyerang bungker tersebut setelah mengetahui pemanfaatannya sebagai pertahanan pejuang nasional. Momen itu sendiri menjadi salah satu bukti perjuangan masyarakat Majalengka merebut kemerdekaan.

Setelah kemerdekaan, bungker Goa Jepang sempat direnovasi dan ditambahi material batu untuk memperkuat fondasinya.

"Tapi, itu (renovasi) jadi mengubah bentuk asli bungker," katanya. B

ukan itu saja, bungker Goa Jepang juga menghadapi tangan-tangan jahil yang melakukan aksi vandalisme di bagian dalamnya. Padahal, imbuhnya, bungker Goa Jepang sudah didaftarkan sebagai Cagar Budaya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tuturnya.

Sumber: AyoBandung | Foto: Erika Lia/AyoCirebon

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Kebijakan 'Kampus Merdeka' Nadiem Makarim https://t.co/HxI6GE5DtT
Kampanye Ramah Lingkungan, Puluhan Pecinta Reggae di Subang Gelar Aksi Bersih-bersih https://t.co/t6aJGywJAY
Antisifasi Coronavirus, BIJB Majalengka Dilengkapi Alat Pendeteksi Virus Cc @infobijb https://t.co/BTkD4C99xL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page