FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

ITCBET

Kafe Walungan, Tempat Nongkrong Baru di Babakan Irigasi Bandung



Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi menuturkan, penataan aliran irigasi bersumber dari APBD dengan total anggaran total sebesar Rp 550 juta. Anggaran itu terdiri dari pembangunan 'Kafe Walungan' Rp 195 juta dan taman sekitar Rp 146 juta.

Dia juga menjelaskan, aliran air yang kini jernih merupakan hasil penyaringan menggunakan biocord atau teknologi instalasi dari Jepang. Teknologi tersebut untuk mengubah air sungai kotor dan berbau agar lebih jernih.

Instalasi biorcord itu dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan sepanjang 42 meter terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

BACA JUGA: Durian Khas Subang Jadi Oleh-oleh Primadona Wisatawan

"Jadi namanya itu itu biocord, teknologi dari Jepang. Itu seperti rumah mikroba, kena air ditambah udara aktif," katanya.

Untuk konsepnya, dia mengungkapkan, sengaja memberi nama 'Kafe Walungan' karena hal itu sedang digandrungi di masyarakat. Makan di atas aliran air dinilai memiliki sensansi lebih.

"Selama ini sungai kesannya kawasan kumuh. Kita ingin value bagus jadi tidak kumuh. Kafe itu jadi daya tarik," katanya.

Namun, kafe yang dimaksud bukan bentuk yang sesungguhnya. Lokasi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong dan makan bagi warga sekitar dan lainnya.

"Jadi awalnya memang mau dibikin satu (seperti kafe). Tapi bingung nanti yang mengelola. Daripada ribut, jadi masyarakat yang belanja ke Pasar Ulekan bisa makan di situ (beli makan di luar makan di Kafe Walungan)," ucapnya.

Soal keberadaan sejumlah set kursi yang tidak ada, Didi menjelaskan, memang tidak dipasang. Pemasangan kursi itu akan dijadwal sesuai kebutuhan.

"Jadi mau ngobrol (diskusi) lagi dengan Pak Camat. Apa Sabtu, Minggu. Atau seperti apa. Karena ternyata banyak sekali anak-anak yang berenang," ucap Didi.

Dia menambahkan, penataan aliran irigasi di lokasi tersebut rencananya akan dilanjutkan tahun depan. Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran Rp 200 juta untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Didi Ruswandi menuturkan, penataan aliran irigasi bersumber dari APBD dengan total anggaran total sebesar Rp 550 juta. Anggaran itu terdiri dari pembangunan 'Kafe Walungan' Rp 195 juta dan taman sekitar Rp 146 juta.

Dia juga menjelaskan, aliran air yang kini jernih merupakan hasil penyaringan menggunakan biocord atau teknologi instalasi dari Jepang. Teknologi tersebut untuk mengubah air sungai kotor dan berbau agar lebih jernih.

BACA JUGA: Kumpay Waterpark, Wisata Rekreasi di Subang Selatan

Instalasi biorcord itu dipasang di bagian hulu sepanjang 15 meter. Kemudian air sungai yang jernih mengaliri area buatan sepanjang 42 meter terdiri dari kolam cetek setinggi betis orang dewasa.

"Jadi namanya itu itu biocord, teknologi dari Jepang. Itu seperti rumah mikroba, kena air ditambah udara aktif," katanya.

Untuk konsepnya, dia mengungkapkan, sengaja memberi nama 'Kafe Walungan' karena hal itu sedang digandrungi di masyarakat. Makan di atas aliran air dinilai memiliki sensansi lebih.

"Selama ini sungai kesannya kawasan kumuh. Kita ingin value bagus jadi tidak kumuh. Kafe itu jadi daya tarik," katanya.

Namun, kafe yang dimaksud bukan bentuk yang sesungguhnya. Lokasi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong dan makan bagi warga sekitar dan lainnya.

"Jadi awalnya memang mau dibikin satu (seperti kafe). Tapi bingung nanti yang mengelola. Daripada ribut, jadi masyarakat yang belanja ke Pasar Ulekan bisa makan di situ (beli makan di luar makan di Kafe Walungan)," ucapnya.

Soal keberadaan sejumlah set kursi yang tidak ada, Didi menjelaskan, memang tidak dipasang. Pemasangan kursi itu akan dijadwal sesuai kebutuhan.

"Jadi mau ngobrol (diskusi) lagi dengan Pak Camat. Apa Sabtu, Minggu. Atau seperti apa. Karena ternyata banyak sekali anak-anak yang berenang," ucap Didi.

Dia menambahkan, penataan aliran irigasi di lokasi tersebut rencananya akan dilanjutkan tahun depan. Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran Rp 200 juta untuk mengeksekusi rencana tersebut.

BACA JUGA: Era Digital Ternyata Jadi Tantangan Tersendiri Bagi Industri Pariwisata

Sumber: detik | Foto: Mochamad Solehudin/detikcom

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Kebijakan 'Kampus Merdeka' Nadiem Makarim https://t.co/HxI6GE5DtT
Kampanye Ramah Lingkungan, Puluhan Pecinta Reggae di Subang Gelar Aksi Bersih-bersih https://t.co/t6aJGywJAY
Antisifasi Coronavirus, BIJB Majalengka Dilengkapi Alat Pendeteksi Virus Cc @infobijb https://t.co/BTkD4C99xL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page