Inilah Tempat Wisata Paling Berbahaya di Dunia

Nuclear tourism atau wisata nuklir, mungkin bisa jadi genre baru dalam kategori pariwisata. Menyusul wisata alam, petualangan, minat khusus, buatan, dan lain-lain. Tapi, wisata nuklir juga memiliki bagian masing-masing.

Situs Wiki Voyage menyebut wisata nuklir adalah perjalanan ke tempat-tempat yang terhubung dengan penelitian dan teknologi nuklir, tempat-tempat di mana terjadi ledakan atom, atau tempat-tempat yang terkait dengan penggunaan energi nuklir secara damai atau masa perang.

BERITA TERKAIT:

Wisata 'Back to Nature' di Kampung Naga Tasikmalaya
Ini Dia Tempat Wisata Kekinian di Daerah Bandung
Inilah 10 Tempat Wisata di Subang yang Wajib Kamu Kunjungi

Destinasi wisata yang ikonik dalam hal ini adalah: Hiroshima-Nagasaki di Jepang dan Chernobyl di Ukraina. Indonesia juga tak tertinggal, dengan mendirikan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTNT Batan) di Jalan Tamansari, Bandung, yang resmi dibuka sebagai wahana edukasi mulai Rabu (30/10).

Anak-anak berdoa untuk para korban bom atom di depan Peace Memorial Park di Hiroshima, Jepang barat, 6 Agustus 2019. Anak-anak dan warga Jepang berkumpul guna memperingati 74 tahun pemboman atom di kota Hiroshima. Kyodo/via REUTERS

 

Tentu saja, berwisata ke bekas lokasi tragedi nuklir perlu kewaspadaan tinggi. Residu limbah nuklir masih tersisa. Anda harus memastikan wilayah yang didatangi benar-benar aman. 

Hisroshima

Hiroshima pada Agustus 1945 adalah kota yang hancur lebur di titik nol. Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di kota-kota Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah segera setelah itu, dan Perang Dunia II berakhir dalam waktu satu bulan. Belum pernah sebelumnya senjata yang menghancurkan seperti itu dilepaskan.

Mengutip National Geographic satu dekade kemudian, Peace Memorial Park and Museum dibuka di kawasan komersial tersibuk dan perumahan di Hiroshima, dan sejak itu pariwisata terus meningkat. “Wisata gelap” —perjalanan ke tempat-tempat bencana, kekerasan, atau perang — menarik perhatian banyak orang ke Hiroshima setiap tahun. Hampir dua juta orang mengunjungi pada tahun 2016, dan bisa dipastikan angka itu terus merangkak naik.

Monumen Perdamaian Hiroshima, Jepang dibangun untuk memperingati jatuhnya bom atom AS pada 6 Agustus 1945. Lebih dari 70.000 orang tewas seketika di hari itu, dan para pengunjung mengaku pernah mengabadikan wajah-wajah hantu di kubah ini lewat foto. Wikipedia

Hiroshima menyimpan memori mengenai serangan nuklir pertama di dunia melalui monumen, kesaksian saksi mata, dan upacara peringatan tahunan. Setiap tahun ribuan orang berkumpul pada pukul 08.15 pada 6 Agustus -- saat ledakan bom untuk pemukulan lonceng perdamaian. Malam yang sama, orang menyalakan lilin dalam upacara Toro Nagashi, yang diterjemahkan sebagai lentera yang mengalir.

Kertas berwarna-warni dan bercahaya menerangi perairan yang sama, yang dilalui orang yang terluka dan sekarat. Masing-masing melambangkan jiwa yang hilang pada hari itu, dan lebih dari 80.000 lampion dinyalakan setiap tahun. Monumen-monumen yang didirikan untuk menghormati mereka yang meninggal, juga ramai oleh peziarah. Di antara monument itu terdapat patung-patung untuk mengenang 20.000 warga Korea yang meninggal dunia akibat bom atom.

Terdapat pula Monumen Perdamaian Anak-anak untuk menghormati Sadako Sasaki, penyintas yang akhirnya meninggal dunia karena leukemia. Bahkan ada sedikit plakat yang diketahui untuk tawanan perang Amerika yang tewas. Semua simbol Hiroshima menyampaikan pesan serupa. Ketika cenotaph di Peace Memorial Park berbunyi: Istirahatlah dalam Damai, karena kesalahan tidak akan diulang.

Chernobyl

Menurut Chicago Tribune, Chernobyl dulunya adalah kota futuristik, yang menampung para pegawai dan ahli di situs pembangkit listrik nuklir. Lokasinya berada di Kota Pripyat, Ukraina, yang saat itu merupakan bagian dari Uni Sovyet.

Setelah 33 tahun tragedy Chernobyl, Jalan Raya Pripyat ditumbuhi pepohonan raksasa. Kota ini benar-benar kota hantu, dengan bangunan kusam yang jendelanya hilang dan interiornya dijarah. Kota yang suram itu sejatinya masih menyimpan bekas-bekas kejayaannya.

Bahkan, saat senja, kubah perak yang membungkus reaktor Chernobyl, seolah-olah masih menyala. Masih menurut Chicago Tribune, sejak pemerintah Ukraina membuka Chernobyl untuk wisatawan pada tahun 2011, jumlah pengunjung tahunan terus meningkat. Tahun lalu, pemerintah melaporkan hampir 72.000 pengunjung, naik dari 50.000 tahun sebelumnya.

Taman bermain yang tidak digunakan setelah bencana Chernobyl di Pripyat, Ukraina. miamiherald.com

"Perjalanan ke Ukraina menjadi murah," kata Sergii Ivanchuk, pemilik SoloEast , sebuah perusahaan yang tahun lalu mengantar hampir 12.000 turis ke lokasi bencana nuklir yang terkenal itu. "Kami tidak memiliki Krimea lagi, dan semakin sedikit orang yang tertarik pada agama dan gereja," tambahnya. "Tapi kami punya bir murah dan Chernobyl!"

Pada pagi hari tanggal 26 April 1986, ketika wilayah ini masih menjadi milik Uni Soviet, reaktor nuklir nomor 4 meledak selama uji keamanan. Kecelakaan maut itu, yang awalnya tertutup kerahasiaan Soviet, memuntahkan dampak radioaktif ke sebagian besar Eropa. Lebih dari 115.000 orang dievakuasi dari daerah 1.000 mil persegi yang dikenal sebagai Zona Pengecualian Chernobyl.

Sejak saat itu banyak beredar foto-foto aneh yang diduga akibat radiasi: kuda lahir dengan delapan kaki, ikan lele raksasa di perairan sekitar pabrik, dan sayuran yang tumbuh di atas bekas tanah teradiasi.

Bahkan, minat terhadap Chernobyl tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Tur berpemandu dua hari dikenai biaya US$200 hingga US$300 per orang untuk kelompok berisi 12 orang. Biaya itu sudah termasuk  menginap semalam di hotel sederhana seperti asrama di kota Chernobyl, sekitar 12 mil dari reaktor. Wisata sehari juga tersedia. Lusinan perusahaan melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

PSTNT Batan

Wisata nuklir untuk masa damai dibangun pula di Indonesia, berupa Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTNT Batan) di Jalan Tamansari. Menurut Wali Kota Bandung, Oded M Danial, destinasi wisata nuklir ini didirikan atas hasil kerja sama PSTNT Batan dengan Pemerintah Kota Bandung.

Sejumlah boneka yang ditempatkan oleh pengunjung di tempat tidur di sebuah taman kanak-kanak di kota Pripyat yang ditinggalkan, dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina, 5 April 2017. TK ini ditinggalkan akibat bencana nuklir dahsyat dari PLTN Chernobyl pada 30 tahun lalu. REUTERS/Gleb Garanich

"PSTNT bisa dijadikan kawasan edukasi kepada masyarakatmengenai pemanfaatan nuklir," katanya. Di lokasi tersebut, wisatawan bisa melihat sejumlah alat dan hasil pengembangan PSTNT Batan, mengunjungi ruang teknik analisis radiometri, laboratorium radio isotop hingga pengolahan limbah.

Ada juga ruang pamer hasil Litbang Batan, di antaranya jamu herbal, radioisotop dan radiofarmaka untuk kedokteran nuklir, plastik biodegradable dan iriadiasi gamma untuk produk unggulan Indonesia seperti buah-buahan. Oded juga mendorong kepada lembaga lain membuat kawasan edukasi sehingga bermanfaat bagi edukasi masyarakat luas, seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) atau PT LEN.

Senada dengan Oded, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan, PSTNT Batan merupakan destinasi wisata edukasi. Selain itu, mengatakan kawasan wisata nuklir juga memiliki produk lain seperti pemanfaatan produk unggulan semisal beras dan sebagainya dengan memanfaatkan nuklir.

"Kawasan wisata ini memberikan edukasi agar masyarakat untuk lebih paham dalam pernukliran. Di samping itu, menerapkan IPTEK nuklir, dengan fasilitas unggul, seperti perkebunan maupun sawah menggunakan plant growth promoter atau percepatan pertumbuhan," kata Anhar.

Sumber: Tempo | Foto: Pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Brimob Cilik Siap Sambut Kunjungan Kapolda di Majalengka https://t.co/UsIgDP8H3t
Bagaimana Agar Makanan Tidak Cepat Basi? https://t.co/4v8TOmg28R
Balada Pacul Impor Yang Makin Melonjak https://t.co/cldt5ka7Ch
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page