Warna-warni Sasak Gantung Jatitujuh Majalengka Jadi Favorit Untuk Berswafoto

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Bagi Anda yang suka swafoto dan penasaran dengan lokasi yang memiliki daya tarik tersendiri atau instagramable, datanglah ke Majalengka, Jawa Barat. Di situ ada Sasak (Jembatan) Gantung yang sangat instagtramable.

Sasak Gantung ini adalah buah karya penggiat seni dari Komunitas Hujan Keruh, Jatitujuh. Bersama sejumlah komunitas lainnya, mereka mengubah tampilan Sasak (Jembatan) Gantung yang menghubungkan dua blok di Desa/Kecamatan Jatitujuh menjadi tempat yang cukup memesona.

Dengan goresan cat warna-warni, kini Sasak Gantung yang terbentang sekitar 30 meter, dari Blok Kelewih ke Blok Anjun itu menjelma menjadi tempat yang sayang untuk dilewatkan.

"Bersama teman-teman dari berbagai komunitas, kami mencoba untuk mempercantik sasak ini dengan cara mengecat ulang. Tujuannya ya menjaga, sekaligus bisa digunakan untuk foto-foto, jadi tempat yang Instagramable," kata penggiat Komunitas Hujan Keruh, Saprud seperti dikutip dari SINDOnews

Keberadaan Sasak Gantung ini memang sudah cukup lama. Sehari-hari, sasak itu dimanfaatkan oleh masyarakat Blok Anjun untuk beraktivitas di ibu kota kecamatan, seperti untuk belanja ke pasar, sekolah, maupun kegiatan lainnya.

Sasak Gantung sebenarnya bukan satu-satunya akses masyarakat Blok Anjun ke ibu kota kecamatan. Namun, lantaran jarak yang relatif dekat, masyarakat lebih memilih Sasak Gantung itu untuk beraktivitas sehari-hari.

"Awalnya Sasak Gantung ini dibuat dari bambu. Sekitar tahun 2013-2014-an dibangun sasak baru dalam program TMSK (TNI Manunggal Sindang Kasih). Seiring berjalannya waktu, warnanya mulai pudar. Akhirnya hari Minggu pekan kemarin kami berinisiatif untuk urunan (patungan) mengecat kembali," papar dia.

Mengecat ulang Sasak Gantung bukan akhir dari segalanya. Ke depan, setelah proses pengecatan sasak selesai, dipastikan akan ada langkah-langkah lanjutan.
 
"Agar lebih instagramable lagi. Selain itu, ada juga program-program lainnya. Seperti hari Minggu (besok) kami menggelar Festival Sasak Gantung. Karena festival adalah keberagaman, maka akan hadir seni musik, tari, sastra, teater, dan seni rupa," jelas dia.

Sasak Gantung ini terletak tidak jauh dari Bendung Rentang, hanya sekitar 2 kilometer. Namun, mengingat akses jalan menuju lokasi masih terbatas, dengan kondisi jalan rusak dan terletak persis di gawir (tebing sungai), alangkah baiknya lebih berhati-hati lagi ketika hendak berkunjung ke sana.

Namun sayang. Setelah Sasak Gantung itu menjelma menjadi tempat buruan pencinta swafoto, kini muncul masalah baru. Permasalahan bukan bersumber dari sasaknya, melainkan kondisi di sekitar sasak itu berada.

Seiring semakin seringnya turun hujan, berdampak terhadap terancamnya kondisi tanah di sekitar bantalan Sasak Gantung. Dalam beberapa hari terakhir, pelan tapi pasti, tanah di sana mulai mengalami abrasi.

"Persis di dekat bantalan sasak, yang di daerah Kelewih kondisinya cukup mengkhawatirkan. Memang tidak langsung gede, tetapi terus-terusan. Sekarang aja, kan bisa kelihatan ada (tanah) yang longsor," kata ketua Sanggar Hukan Keruh Sarpoed,

Jika abrasi tersebut berlanjut dan menyebabkan Sasak Gantung putus, berdampak terhadap warga sekitar. "Ini jadi jalan yang digunakan teman-teman masyarakat Anjun dalam beraktivitas, baik ke pasar, sekolah atau kegiatan lainnya. Begitu juga sebaliknya, tidak sedikit masyatakat Kelewih dan Jatitujuh pada umumnya yang beraktivitas di Anjun," jelas dia.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU CHannel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3

Twitter Update

Gerakkan Ekonomi Desa, Bupati Subang Luncurkan BUMDes Jawara https://t.co/ryjOezfqu3
5 Hari Dikerangkeng, Warga Majalengka Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terikat https://t.co/wuksQDRkuU
Agenda Kunjungan Presiden ke Kabupaten Subang Batal https://t.co/0g5s5Z9XIw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page