Disparbud Majalengka Sesalkan Kebun Bawang Diinjak Demi Swapoto

Ribuan warganet sejak Senin siang (12/03/2018) digemparkan ulah dua orang yang memposting swapoto dengan fose menginjak-injak tanaman bawang, mendapat perhatian dinas Pariwisata Budaya Majalengka dan Aktivis Ngtrip Majalengka.

BACA: Swapoto Sambil Injak Kebun Bawang, ABG di Majalengka jadi Sasaran 'Amuk' Netizen

Sebelumnya, Akun facebook Chiqo-Koko yang saat ini dinyatakan sudah dihapus pemiliknya mendapat ratusan hujatan dari warganet yang kesal. Salah satu warganet yang kesal adalah  Oki Fahruroji yang menshare foto-foto milik akun Chiqo-Koko dia menuliskan statusnya "tanaman bawang di wisata Panyaweuyan Majalengka diinjak-injak orang tidak bertanggung jawab," serta ratusan komentar lainnya yang menyayangkan ulah dua orang tersebut.

Soal ini Kabid Patiwisata Dinas Pariwisata dan Budaya Majalengka, Mumuh Muhidin ikut angkat bicara. Mumuh menyesalkan prilaku dua remaja tersebut yang menginjak kebun bawang demi swapoto.

"Kami menyayangkan atas kejadian tersebut, hal ini menunjukan bahwa kesadaran wisatawan akan sadar wisata masih kurang, tentunya perlu beberapa upaya diantaranya dengan pemasangan rambu petunjuk dan peringatan, juga sosialisasi atau aksi sadar wisata," jelas Mumuh

Selain itu, lanjutnya, perlu dibangun pedistrian khusus bagi pengunjung sehingga tdk mengganggu lahan pertanian. "kami memghimbau agar wisatawan bisa menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan kelestarian lingkungan, agar pariwisata tidak menimbulkan efek negatif di mayarakat,  melainkan mamberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

penggiat Ngetrip Majalengka Ade Bastian menyatakan secara panjang lebar bahwa daerah yang sedang mengembangkan Pariwisatanya seperti Majalengka, perlu melakukan pengembangan fisik infrastruktur dan wawasan berwisata secara paralel. Menurutnya semua stakeholder pariwisata harus gencar dan saling memberikan edukasi berwisata dan berpariwisata yang ideal.

"Pedagang di tempat wisata di Majalengka, harus selalu diingatkan agar jangan memberikan harga mahal. Kompepar harus selalu diingatkan agar fasilitas selalu ditingkatkan (dengan cara disisihkan dari pemasukan kas) seerta memasang rambu-rambu berwisata yang baik dan lugas," paparnya

Dan tak kalah penting lanjut Bastian, wisatawannya pun harus di edukasi. Caranya mungkin akan sulit bagi beberapa objek wisata di Majalengka yang baru dibuka. Tapi bisa dimulai dengan selalu mendampingi wisatawan tersebut oleh local guide. Memastikan bahwa mereka puas mendapatkan semua informasi terkait. Memastikan bahwa mereka berwisata dengan santun. (Echa)

 

foto: ilustrasi net


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Sering Baper, Awas Gejala Bipolar https://t.co/m6EByyByq2
Wisatawan dari 58 Negara Terkesima dengan Air Panas Sari Ater Subang https://t.co/VXDqGftPdf
Promosikan Wisata, Pemkab Majalengka Gandeng Blogger dan Photograper https://t.co/xzU5SVi0eL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page