Keren! Museum 'Kebudayaan Tanah' Jatiwangi Art Factory Jadi Tempat Favorit Selfie

Berawal dari seringnya selfie keluarga Jatiwangi Art Factory (JAF) di depan bangunan yang saat ini populer dengan nama Museum Kebudayaan Tanah dan diupload ke media sosial, berujung ramainya pengunjung ke lokasi Museum Kebudayaan Tanah hanya untuk berselfie ria.

Bangunan Museum Kebudayaan Tanah berada di di belakang bangunan Jebor Hall, alan Makmur No. 604, Desa Jatisura, Kec. Jatiwangi, Majalengka. Menurut salah satu penggiat JAF Ismail Muntaha lokasi itu, terakhir ini sering dikunjungi warga hanya selfie di depan bangunan Museum Kebudayaan Tanah.

"Mungkin ini ekses saat keluarga JAF meng-upload foto-foto di depan Museum Kebudayaan Tanah sehingga banyak yang datang menanyakan lokasi maupun menanyakan seputar keberadaan Museum Kebudayaan Tanah apakah sudah dibuka untuk umum atau belum, padahal bangunan ini belum selesai," jelas Isma kepada TINTAHIJAU.com, Kamis (01/03/2018).

Banyaknya warga yang penasaran datang dan sekedar iseng mengambil objek foto di depan bangunan Museum Kebudayaan Tanah, menurutnya sangat positif. Ismail mengatakan, Museum Kebudayaan Tanah yang saat ini masih dalam proses pembaharuan itu, ke depan bakal menjadi salah satu tujuan warga.

"Bukan hanya dari Jatiwangi dan sekitarnya yang datang, dari Cirebonpun datang sekedar untuk mengabadikan moment bahwa mereka berada di Musium Kebudayaan Tanah-Jatiwangi Art Factory," sambungnya.

Sementara itu Direktur Jatiwangi Art Factory Ginggi Syar Hasyim mengatakan Museum Kebudayaan Tanah sengaja dibangun guna melestarikan aset kebudayaan yang berkaitan dengan tanah. "Jatiwangi Art Factory (JAF) telah membangun gedung musieum yang diberi nama Musieum Kebudayaan Tanah, yang dibangun sejak November 2017," Kata Ginggi.

Ginggi mengeaskan setiap 3 tahun, JAF merayakan tahun tanah. Rangkaiannya, terang Ginggi, dimulai dari Juni yaitu berupa pameran seni keramik, diausul setiap tanggal 11 Agustus ada Binaraga  Jebor,  11 September Pekan Film Jatiwangi, 11 Oktober Bakar Berjamaah yaitu membakar semua karya dari tanah secara bersama-sama. 11 November Rampak Genteng. Dan 11 Desember Konser Musik Keramik dengan mengundang musisi-musisi dari  berbagai negara dan daerah.

Sementara itu Gedung Museum Kebudayaan Tanah yang saat ini banyak dikunjungi warga sekedar untuk selfie merupakan bangunan yang menonjolkan naturalistik genteng, bata dan kayu yang dibangun tanpa dilapisi bahan semen. Nampak sangat artistik sehingga tidak salah kalau akhirnya banyak diburu warga untuk sekedar mengabadikan diri di depan bangunan Gedung Museum Kebudayaan Tanah tersebut. (Echa)


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 6
Banner Kanan 7
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5

Twitter Update

27 Juni 2018, Kabupaten Subang menggelar Pilkada. Catat! Inilah Visi Misi Tiga Pasangan Calon Bupati Subang https://t.co/yZ8mokqvaL
H+1 volume kendaraan di jalur wisata, Subang-Ciater alami peningkatan. Arus lalin di jalur tersebut padat merayap.… https://t.co/yL22Sz8D94
Kecelakaan lalu lintas di Jl Cibarengkok, Binong, Subang. Seorang pengendara motor tanpa identitas dinyatakan menin… https://t.co/QGDIcOhHZB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page