Jelang Festival Durian, Majalengka Mulai Diserbu Wisatawan

Bebebrapa hari menjelang pelaksanaan Festival Durian, Majalengka mulai diserbu wisatawan domestik. Mereka sengaja datang dari luar Jabar untuk bisa ikuti dan menjadi saksi perhelatan akbar di akhir tahun ini

Kedatangan pelancong, tidak saja berdampak pada warga di lokasi Festival Durian di Sindangwangi, tapi berdampak pada tempat penginapan, baik di daerah Majaengka maupun di Cirebon.

BERITA TERKAIT:
Majalengka Gelar Festival Durian, Hanya Rp50 Ribu Makan Sekenyangnya
4.000 Durian Siap Sambut Ribuan Peserta Festival Durian Sindangwangi Majalengka
Sensasi Kelezatan Durian Perwira dari Pohon Berusia Ratusan Tahun


Dari penelusuran TINTAHIJAU.com, mereka yang datang adapula yang lebih dulu melihat persiapan pelaksanaan Festival Durian, tidak sedikit juga yang berbelanja Durian di perkebunan warga. Mayoritas, mereka penasaran dengan rasa Durian khas Majalengka tersebut.

Salah satu Pondok Durian milik Heri Saptanto dan Ibu Titin Susilowati. Menjelang Festival Durian, penjualan Durian miliknya mengalami peningkatan drastis. Heri menyebut, sedikitnya 500 buah durian terjual dalam dua hari akhir pekan. "Padahal untuk hari-hari biasa akan habis dikisaran 100 buah. Mereka datang dari luar Majalengka," kata Heri

Diterangkan Heri, para tamunya yang rata-rata membawa kendaraan mewah.Mereka ada yang datang dari Surabaya atau Jakarta. Mereka memilih booking hotel untuk menanti pelaksanaan Festival Durian. "Mereka bilang sudah booking hotel, jadi kami prediksi tamu bakal sangat membludak pada festival nanti, " tegas Heri.

Sebagai generasi ketiga dari perintis Durian Sinapeul yang dikembangkan oleh Bapa Uto Utari Sidik sambung Heri dengan pohon Durian Sinapeulnya yang sudah berusia 300 tahun, Heri berharap Festival Durian ini benar-benar akan mengangkat nama Sinapeul lebih populer lagi.

"Sebagai pewaris Durian Sinapeul, kami ingin peserta Festival benar-benar menikmati cita rasa Sinapeul bukan Durian luar, karena khas Sinapeul ini manis legit ada unsur pahit khas Durian, berdaging tebal. Jadi Kami tidak ingin cita rasa Sinapeul jatuh andai ada Durian luar masuk pada acara festival, katena cita rasanya beda," tegasnya.

Ia juga menandaskan bahwa dirinya bersama istri sejauh ini juga terbantu dengan adanya media sosial, salah satu rekannya membantu promosi melalui media sosial sehingga pohon besar berusia 300 tahun sebagai pohon perintis Sinapeul juga banyak terekspose.

"Pohon Durian Sinapeul tertua ini telah bersertifikat tahun 1992 dan usianya telah mencapai 300 tahun, sebagai penerus Bapa Uti Utari Sidik kami akan terus mengembangkan Durian Sinapeul ini salah satunya kami akan segera mendatangkan ahli Pertanian Profesor Ika Djatnika, kami ingin menggali ilmu seputar permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani, seperti masalah hama, pertumbuhan dan lainnya," papar Heri.

Heri berharap Festival Durian Sindangwangi berjalan lancar dan Durian Sinapeul yang akan digelar panitia mencukupi,  mengingat peserta yang akan akan hadir kata Heri Bisa akan mencapai 10ribu sehingga stok Durian harus tersedia sekian kali lipat. Tandasnya. (Echa)

Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Banner Kanan 1

Twitter Update

Petugas PLN Gadungan Gasak Kalung 39 Gram dan Jutaan Rupiah di Patokbeusi Subang https://t.co/dIhCjnHuFT
7 Jurus Jitu Aman dari Operasi Patuh Lodaya 2018 https://t.co/fE9gdliX1y
Dubes Qatar Resmikan Lembaga Pendidikan Tamim Al-Majd Asy-Syifa Subang https://t.co/bKFgH77fXd
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page