Paralayang di Majalengka, Disuguhi Panorama Gunung Ciremai

Bagi Anda penyuka olahraga luar ruang yakni paralayang, terbang di atas Tanah Pasundan akan memberikan sensasi yang berbeda. Selain di Cililin dan Puncak Bogor, Majalengka juga memiliki spot paralayang yang tak kalah menantang.

Paralayang Gunung Paten ialah spot Paralayang yang ada di Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dari ketinggian 300 mdpl, ada disuguhkan pemandangan gagahnya Gunung Ciremai dari dekat, hamparan sawah hijau, juga lanskap Kota Majalengka.

Tak hanya paralayang, di sinipun Anda dapat mencoba gantole yang juga difasilitasi oleh pengelola. Keduanya ditawarkan dengan paket wisata yang bervariasi.

Dede selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Munjul dan koordinator pengelola Paralayang Gunung Paten mengatakan bahwa paralayang di sana sudah dibuka sejak 2010. Namun baru ramai mulai tahun ini dengan diadakannya banyak kompetisi nasional.

"Tahun ini mulai dipercaya menjadi spot perlombaan tingkat nasional, kemarin Maret ada KASAU Cup untuk gantole, dan Trip of Indonesia untuk paralayang dengan 230 orang, rekor peserta terbanyak dari dalam dan luar negeri," ujar Dede kepda KompasTravel dalam rangkaian acara West Java Travel Mart, Sabtu (13/5/2017).

Ia menjelaskan wisatawan bisa terbang tandem dengan instruktur yang ada di sini. Jika ingin terbang sendiri, wisatawan harus sudah memiliki lisensi P1. Bagi wisatawan yang takut ketinggian, Anda bisa tetap menikmati pemandangannya yang eksotis. Menikmati kelapa muda dengan beragam camilan tradisional sambil memandang indahnya alam Majalengka yang dijaga Gunung Ciremai juga begitu menggiurkan.

Bagi Anda yang tertarik, silahkan booking terlebih dahulu minimal H-3, sebelum terbang. Anda bisa mengontak Dede selaku ketua pengelola di nomor 085351430592. Dede mengatakan penting untuk booking terlebih dahulu agar pihaknya dapat berkordinasi dengan pilot atau instruktur. Saat ini para instruktur masih didatangkan dari Cirebon dan Tasikmalaya.

"Kita ada kuota minimum penerbangan tiap harinya, yaitu diusahakan minimal enam orang sehari. Jadi nanti pas booking bisa tahu hari mana yang siap terbang atau masih menunggu beberapa wisatawan lagi," ujarnya.

Ke depannya, Dede berencana mendigitalisasi sistem booking, marketing, agenda acara, hingga melihat ramalan cuaca dan angin agar bisa merencanakan jadwal terbang yang aman.

Bagi wisatawan yang sudah jauh-jauh datang tetapi belum booking, pihaknya akan melihat kuota, waktu, dan faktor alam seperti hujan, angin, dan jarak pandang. Jika ketiganya memungkinkan untuk terbang, maka diperbolehkan oleh instruktur.

Paralayang Kawasan Wisata Gunung Paten ini menawarkan berbagai paket tandem paralayang, dengan harga mulai Rp 350.000 hingga Rp 450.000. Harga sudah termasuk dokumentasi, minuman, snack, dan suvenir. Sedangkan paket gantole dibanderol mulai Rp 450.000 hingga Rp 650.000. [kompas]

______
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Twitter Update

Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Pemuda Subang, Novan Husein Bidik Kursi DPR RI https://t.co/QQ4297QmUd
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page