Angkringan Papah Muda Tawarkan Menu Klasik Rasa Muda

TINJAU SUBANG- Destinasi wisata kuliner di Subang Kota kian hari kian bertambah. Dengan aneka kreatifitas, para pemilik usaha kuliner itu berlomba menyuguhkan layanan dan konsep terbaik untuk mendapatkan  calon konsumennya.

Tempat kuliner terbaru di Subang Kota adalah Angkringan Papah Muda. Berada di sisi jalan Mayjen Katamso, atau tepatnya depan Perum Jasa Tirta Ciereng Subang, Angkringan Papah Muda ini menyuguhkan aneka menu klasik khas angkringan dengan rasa kekinian.

"Tahun 2007 saya main di Clothing, kemudian geser ke Cendol (Randol). Dan sekarang pindah ke Angkringan. Dari pengalaman itu, saya melihat ternyata banyak di antara kita nyari makanan yang murah meriah. Dan kebetulan juga di Subang ini belum ada angkringan," kata Owner Angkringan Papah Muda, Ichsan Sandy membuka perbincangan dengan TINTAHIJAU.com.

Untuk membuka warung angkringan, Ichsan tidak berbekal duplikasi nama saja. Sebulan sebelum memutuskan untuk membuka bisnis kuliner, dia "menimba ilmu" di daerah Bantul dan Wonogiri. Berbekal informasi itu, pada 29 Januari 2016 lalu, Angkringan Papah Muda ini resmi buka.

Soal menu Angkringan Papah Muda, dijamin tidak ada yang beda dengan menu yang biasa disantap di tempat lain. Untuk menu makanan, tersedia Sego Uduk, Opor Ayam, Balado Telor, Oseng Kulit, Semur jengkol, Semur Tahu Cabe Hejo, Leunca Oncom, Perkedel Kentang, Sate Telor Puyuh, Sate Ceker, Tempe Mendoan Papah, Cau Goreng Papah dan Bakwan Papah.

"Semuanya sama percis, hanya ada beberapa saja yang disesuaikan dengan lidah sunda dan kebutuhan. Misalnya sego bacem jadi sego uduk. Nah kalo soal makanan favorit, Semur Jengkol paling digemari dan selalu habis. Katanya semurnya beda, makan sebanyak apapun tidak bikin bau," jelas Ichsan.

Buat penikmat kopi, jangan khawatir tidak bisa menikmati kopi di Angkringan Papah Muda. Sebab, selain wedang teh yang disajikan dalam teko khas, Angkringan Papah Muda ini menawarkan aneka minuman seperti Kopi Nusantara; Aceh Gayo, Maindailing, Sidikalang, Kintamani, Flores, Papua, Toraja, dan Kopi Racik.

Selain itu, tersedia juga Vietnam Drip Coffee, Ginger Coffer, Moccappuccino, Chocoppuccino, Brown Sugar Latte, Coffee Latte, Creamy Latte.

"Kopi itu sekarang sudah mendaerah. Hampir semua tempat kuliner ada. Dan di sini, kita siapkan Kopi Nusantara.  Kita kasih kwalitas top, karena kopi yang dibeli langsung dari petaninya," terangnya.

Tentu saja, menu minuman di Angkringan Papah Muda ini tidak meninggalkan khas angkringan, Wedangan. Banyak jenis Wedang patut dicoba, dari mulai Wedang Uwuh, Wedang Ronde, Wedang Bajigur, Wedang Bandrek, Wedang Sakoteng, Wedang Saraba, Wedang Bir Jawa

"Kita juga menyediakan jamu Tradisional seperti Beras Kencur, Kunyit, Kuning, Pait, Anggur. Termasuk Susu Jahe Haneut, Teh Tubruk Poci dan Es Teh Manis serta Teh Botol Tiis," imbuhnya.

Meskipun baru sebulan buka, Angkringan Papah Muda ini sudah diserbu konsumen. Uniknya, 60% yang datang adalah para papah muda dan anak-anak muda. "Kebanyakan yang datang, usia muda. Sekitar 60%an. Kalau dari gender, fifty-fifty lah antara laki dan perempuan," imbuhnya.

Maklum saja, meskipun menu yang disuguhkan Angkringan Papah Muda termasuk menu klasik, namun konsep warung ini kekinian. Ada dua pilihan tempat saat menyantap menu Angkringan Papah Muda: lesehan dan di meja.

Selain tempatnya yang asik, harga di Angkringan Papah Muda sepertinya menjadi daya tarik konsumen. Untuk semua menu, hanya dibandrol tidak lebih dari Rp7 ribu. Dan perlu dicatat, angkringan yang buka dari jam 18.00 sampai 02.00 dinihari itu, ternyata lima pelayannya, sesuai nama angkringan, adalah para Papah Muda. "Kebetulan, kita berlima ini para papah muda," celetuk Ichsan tertawa.

Bagaimana dengan komentar konsumen? Ketua HIPMI Subang Dindin Lazuardin yang datang bersama lima pengurus HIPMI, hanya bisa geleng kepala. "Rasanya mantap, ini benar-benar beda dari yang lain. Top banget," kata Dindin sambil mengacungkan jari jempolnya.

Berbeda dengan Dindin, konsumen lain, Ipiet Nurhayati menyebutkan, dengan harga yang murah, namun Angkringan Papah Muda ini tidak mengabaikan rasa dan kualitas. Buat Ipiet sendiri, kehadiran warung angkringan ini ada solusi pelepas kangen.

"Dulu pernah ke Jogja, warung angkringan itu yang bikin terkesan. Sekarang di Subang malah ada. Jadi kangen suasana angkringan sekarang udah bisa terobati. Harganya murah, rasanya oke, dan suasananya top abis," terangnya. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

 

ANGKRINGAN PAPAH MUDA PINDAH KE SINI ---> Pindah Tempat, Warung Angkringan Papah Muda Makin Maknyuss

follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Benarkah Jenis Kelamin Bayi Pengaruhi Kesehatan Ibu dan Anak? https://t.co/8nMFsoYksj
Hindari Ucapkan Kata-kata Ini Saat Kencan Pertama https://t.co/CMCXfVAXSk
Dalam 10 Hari ini, Sudah 29 Orang Daftar Open Bidding Pejabat Subang. Siapa saja mereka? https://t.co/5ld33CZP8N
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page