FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bubuy Mak Atik, Kuliner Nenek Moyang yang Digilai Semua Orang

Tidak dipungkiri, selera makan banyak orang kini kembali ke zaman nenek moyang. Ini dibuktikan dengan banyakannya penikmat nasi liwet yang menjadi salah satu menu tradisional zaman doeloe.

Selain nasi liwet, kini yang lagi nge-trend adalah bubuy atau pepes. Bubuy adalah cara masak yang biasa dlakukan orang zaman dulu. Hasil masak dengan cara pembakaran dalam bara api atau sekam itu akan memberikan sensasi kenikmatan tersendiri.

Kebiasaan memasak zaman dulu itu ditangkap menjadi salah satu peluang bisnis kuliner yang dilakukan Reynard Smara Maharddhika, pemuda Jl Soeprapto Gg kenanga 2 no 20 Kelurahan Karanganyar, Subang Kota. "Awalnya ibu saya suka membuat pepes ikan. Dari situ saya terpikir untuk membuat pepes ayam. Saya coba dan alhamdulillah hasilnya bagus," kata eeng

Tentu saja, olahan bubuy ayam dengan brand Bubuy Ma Atik itu tidak sekedar dibakar. Racikan bumbu seperti cabe merah, kunyit, bawang merah, dan jahe yang diolah secara apik akan membuat Bubuy Ayam akan mengugah selera dan memiliki sensasi tersendiri. Untuk mendapatkan aroma nikmat, bubuy ayam ini ditaburi kemangi dan salam.

"Sebelum dibubuy, bumbu itu kita campur. Biar hasilnya bagus, atau matang sampai ke dalam, proses pembakaran bisa sampai tujuh jam," kata Eeng.

Pepes ayam made in Eeng ini, jarang kita jumpai di rumah makan lainnya. Sebab, Bubuy Ayam olahannya itu, disajikan dalam bentuk satu ekor ayam atau bukan potongan kecil. Karenanya, untuk sekali proses bubuy, dibutuhkan waktu hingaa tujuh jam. Sementara untuk membakar ayam, digunakan sekam padi.

"Jam 22.00-04.00 WIB kita proses pembakaran sekam. Setelah semua sekam terbakar secara merata, baru proses pembubuy-an ayam kira-kira tujuh jaman," terangnya.

Olahan dan proses pembubuyan yang butuh waktu tidak sebentar ini akan menghasilkan hasil maksimal. Sehingga wajar, jika usaha kulinernya itu sudah diserbu saat masa perintisan. Penikmatnya, bukan saja dari Subang, tapi dari Jabotabek, bahkan daerah Jawa dan Sumatera.

"Kita baru memulai bulan April 2014. Tapi alhamdulillah, mereka yang minta datang dari Jabotabek, daerah Jawa malah Sumatera," katanya.

Kendati demikian, cara bisnis Bubuy Ma Atik yang diterapkan Eeng berbeda dengan lainnya. Hingga saat ini ia masih melayani permintaan dengan sistem preeorder dan delivery, atau sesuai pesanan dari konsumennya.

"Belum ada warung seperti lainnya. Kita masih melayani pesanan. Tapi pernah ada yang datang, katanya mau makan di sini, ya kita layani," kata pria yang masih single sembari berkelakar.

Meskipun demikian, tidak membuat Eeng kehilangan pelanggannya. Diakuinya, rata-rata perhari ia melayani sebanyak 10 pesanan. Bahkan, kerap ia harus disibukkan ekstra karena harus melayani pesanan hingga 20 ekor ayam dalam sehari.

"Sekarang ini, ada pergeseran tren pemesanan. Jadi mereka bukan cuma bubuy ayam, tapi ada yang minta bubuy entog atau ikan. Alhamdulillah setiap harinya ada. Mungkin rizkinya anak sholeh," pungkas Eeng sambil membenahi kacamata khasnya. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]

Pemesanan Bubuy MaAtik: WA: 082139318876 | twitter @Dbubuy_MaAtik


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kejari Subang Sudah Kantongi Calon Tersangka Kasus BPR Syariah https://t.co/X8a1210mCx
Polres Bogor Bekuk Komplotan Begal Sadis Bersenjata Api dan Samurai https://t.co/FR1Efa9hvg
LSM AKSI Dorong Kejari Usut Semua Kasus Korupsi di Subang https://t.co/roU3bBjulJ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page