FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Menikmati Kemewahan Menu Tradisional di Dapur Tutug Subang

Bila berjalan-jalan ke Subang, sekarang tak perlu lagi khawatir soal kuliner. Kini tempat kuliner sudah menjamur di Kabupaten Sisingaan itu. Anda cukup memilih tempat kuliner sesuai menu favorit.

Satu tempat kuliner yang patut dicoba di Subang Kota adalah Dapur Tutug di Jl. Darmodiharjo, Subang, atau sebelah barat lampu merah Lio. Dapur Tutug yang baru sehari buka itu menyiapkan aneka menu tradisional khas Sunda.

Sesuai namanya, menu andalan Dapur Tutug ini adalah Nasi Tutug dengan lima varian rasa, nasi tutug oncom, ikan teri, opak, rangginang dan nasi tutug ikan peda. Nasi tutug ini adalah nasi yang dicampur dengan aneka campuran (diantaranya lima rasa tadi) untuk mendapatkan rasa nikmat.

"Menu andalan kita adalah nasi tutug dan pepes dengan berbagai rasa khas," kata owner Dapur Umum, Willy Wendarsah kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (18/11/2015).

Selain varian Nasi Tutug, di Dapur Tutug ada sejumlah menu tradisional lainnya. Sebut saja Pepes, ada sejumlah varian pepes dari mulai pepes tahu, jamur, oncom, usus, telor asin, ikan teri, ati empela, oncom peda, ikan simanalagi, sempai pepes ikan jambal.

Sementara untuk menu jenis ayam, di Dapur Tutug ini menyediakan ayam kremes, serundeng, sambel hijo, dan lainnya. Demikian juga jenis masakan ikan. Ada Ikan bawal, ikan nila, ikan kakap, dan ikan gurame.

Buat pecinta lele cobek atau ikan emas cobek, di wisata kuliner terbaru inipun siap menggoyang lidah. Tak kalah nikmatnya dengan olahan berbagai macam tumis, seperti tumis kangkung, genjer, waluh, keciwis, toge cah teri, brokoli, jammur, picung, rebung, sampai tumis cumi asin.

Untuk melengkapi menu, Dapur Tutug ini menyediakan sayur lodeh, sayur asem, soto Bandung, dan sop daging.

Untuk cuci mulut, konsumen yang datang bisa menikmati aneka makanan ringan seperti gorengan tahu, tempe, bakwan, mendoan, perkdedel jagung, kentang, tahu, cimpolung, dan goreng udang.

Willy punya alasan sendiri untuk membuka usahanya di bidang kuliner khas tradisional itu. Ia mengungkapkan, dirinya adalah penikmat kuliner, termasuk untuk menu tradisional.

"Pecinta kuliner sering mencoba makan di luar. Potensi Subang ini cukup besar, apalagi deng adanya jalan tol Cipali," kata Willy.

Selain kelengkapan menu tradisional, yang menjadi magnet dari Dapur Tutug ini adalah tempatnya yang luas dan terbuka. Ada belasan meja untuk empat orang tersusun rapi. Yang menarik, konsep layanan di Dapur Tutug ini adalah layaknya di tempat makan siap saj. Antara konsumen dan pelayan terpisah. "Ada 25 orang unyuk melayani konsumen yang datang ke sini," imbuhnya.

Tempat kuliner yang mengusung The Traditional Taste itu, buka dari jam 07.00 WIB dan tutup pada pukul 15.00 WIB. Di tempat ini juga disediakan tempat meeting dan pesta ulang tahun. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]

 

Follow twitter @tintahijaucom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Majalengka 24 November, Cek Lokasinya di Sini https://t.co/axrOvlaAzm
Gempa M 5,4 Terjadi di Halmahera Barat, Walau Tidak Berpotensi Tsunami Namun Harus Tetap Waspada https://t.co/2pzrPn4DkU
Jadwal Pemadaman Listrik di Subang Pada 26 November 2020 https://t.co/4aWb1Msvxs
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter