FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sensasi Cobek Belut ala Mak Nyai di Subang Kota

TINJAU SUBANG- Menikmati Cobek Belut, lengkap dengan bumbu khasnya memberi sensasi baru saat santap makan siang. Rasanya yang pedas, dijamin membuat penikmatnya akan ketagihan.

Belut yang digoreng kering dan diolah dalam bumbu dapur seperti kencur jahe, bawang merah, bawang putih, dan cabe menghasilkan sensasi yang berbeda di lidah. Tidak hanya belut, untuk varian racikan sambal cobek itu disiapkan lele, ikan nila dan ikan emas.

Menu baru di Subang Kota ini tersedia di Cobek Belut Mak Nyai di Jl. MT Haryono, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang. Lokasinya tepat di sisi jalan, samping jembatan Ciigadung. Tempat kuliner ini baru buka tiga bulan lalu. Namun soal pengunjung, tidak kalah dengan tempat kuliner yang sudah lama hadir.

"Alhamdulillah ramai terus. Ada yang dari sini (Subang Kota), ada juga yang dari luar kota. Mereka mampir kalau dari atau mau ke Bandung," kata owner Kedai Mak Nyai, Radesih kepada TINTAHIJAU.com.

Menurut Radesih, atau biasa disapa dengan panggilan Mak Nyai itu, mereka yang datang bukan saja konsumen baru, tapi merupakan pelanggan yang sudah berkali-kali datang. Maklum saja, bukan saja rasanya, harganyapun terjangkau. Untuk satu porsi, konsumen hanya dikenai Rp10 ribu perporsi.

Berbeda di tempat makan lainnya, di Mak Nyai ini semua konsumen menggunakan sistim lesehan. Soal pelayanan, meskipun dikelola oleh pelayan yang tidak lagi muda, hanya membutuhkan sekitar 10 menit dari pemesanan.

"Rasanya Eeak sekali, saya jarang karena jarang juga di Subang Lota. Sekaran ada di sini, bisa jadi langganan. Pelayanannya juga bagus, cepat banget," kata seorang konsumen Yuli Merdekawati.

Yuli, wanita yang menjabat Lurah Cigadung itu mengatakan, makan cobek belut di Mak Nyai, seperti sedang nafak tilas era dulu. Kata dia, Cobek Belut ini merupakan menu warisan leluhur atau orang tua dulu. "Orang tua kita dulu biasa makan Cobet Belut. Kita seperti sedang nafak tilas," jelasnya.

Sebagai Lurah, Yuli mengapreisasi usaha warganya itu. Ia mengatakan, usaha yang dijalankan Mak Nyai itu bagian dari pengembangan ekonomi kerakyatan. Karena menurut lurah yang masuk dalam daftar 10 lurah tercantik di Indonesia itu, di satu rumah makan bisa menampung produk home industri. "Ini usaha nyata dalam mengembangkan dan menguatkan ekonomi kerakyatan. Saya sangat apreisasi dan respon usaha Mak Nyai ini," pungkasnya. [annas nashrullah l @jejakannas]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 1

Twitter Update

Soal AKD, DPRD Tangerang Selatan 'Berguru' ke DPRD Subang https://t.co/j9jEjNfOST
Ingin Bakar Lemak di Perut?, Ikuti 10 Langkah Berikut Ini https://t.co/spzHryWcgu
Debit Air Bendung Rentang Jatitujuh Majalengka Mulai Menyusut https://t.co/jkfdpcWPO3
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page