Follow us:

Siwang, Lauk Tradisional yang Kembali Digemari di Majalengka

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Sudah hampir 1bulan, jagat dunia maya diramaikan oleh produk makanan bernama Siwang (terasi bawang). Setiap kemunculannya selalu disambut ramai ibu-ibu muda yang memesan melalui jejaring media sosial tersebut.

Membayangkan aroma harum bawang goreng dan terasi, sebagai lauk pauk nasi hangat membawa penasaran penulis untuk menelusuri dimana asalnya produk Siwang yang kini booming dikalangan ibu-ibu muda.

Berada di Jl. Pasantren Blok Pahing RT 02 RW 03 Desa Salagedang Kecamatan Sukahaji, seorang ibu enerjik bernama Sri Choeriyyah (hafidzoh) berkreasi membuat lauk berbagan baku terasi dan bawang atau Siwang. Dia dibantu para ibu yang semuanya adalah tetangga sekaligus anggota Majlis Taklim pimpinan Sri Choeriyyah sendiri.

"Produk Siwang baru jalan 3 bulan ini, saya tidak menduga respon masyarakat cukup tinggi untuk memesan makanan Terasi Bawang yang sebenarnya merupakan lauk pauk jaman baheula, entah mungkin orang rindu makanan ini, pemesanan Siwang terus meningkat bahkan kini yang pesan juga istri-istri para pejabat di Majalengka," kata Sri kepada TINTAHIJAU.com.

Dia memaparkan diproduksinya Siwang terinsfirasi dari oleh-oleh anaknya sepulang dari Brebes berupa bawang goreng, ia mengaku ingin membuat olah serupa namun memakai tambahan bahan lain yaitu terasi.

"Awalnya saya membuat hanya 3kg Siwang sehari, kini sudah melonjak antara 30 Kg hingga 50 Kg sekali produk. Dibantu kurang lebih 10 orang yang semuanya adalah tetangga sekitar rumah yang membantu dalam mengupas, menyugu dan menggoreng bawang," katanya.

Kini, hampir 150 toples berbagai ukuran dan 100 pouch Siwang diproduksi dalam setiap harinya. Dengan brand yang diberinama "Rajanya Siwang", konsumen bisa memesan Siwang Original, Siwang Teri Pedas, Siwang Rajungan maupun Bawang Goreng tanpa Terasi.

"Alhamdulillah kini sudah memiliki agen Siwang sekitar 60 0rang diluar pemesan yang datang langsung ke rumah. Disamping itu, kini dukungan semua pihak untuk kemajuan usaha Siwang dalam memberdayakan masyarakat kecil disini luar biasa. Kedepan saya ingin produksi Siwang ini tumbuh besar dan tidak terbatas dikonsumsi warga Majalengka tapi juga di Jawa Barat dan di Indonesia," ungkapnya.

Harapan Sri untuk tumbuh kembang usahanya yang memberdayakan masyarakat sekitar menurutnya perlu dukungan modal, kini menurut dia sedikitnya untuk 50 Kg Bawang yang ia produksi sedikitnya harus mengeluarkan Rp. 2juta untuk biaya produksinya.

"Insya Allah dengan semakin banyaknya konsumen baik melalui medsos, orang per orang atau kenalan maupun agen, saya sedang menempuh permodalan melalui kelompok usaha dengan kepengurusan dari Majlis Taklim Darul Quran ini. Dengan memiliki modal, produksi Siwang akan bertambah, sehingga pemasaran akan semakin luas dan pemberdayaan masyarakat juga akan banyak merekrut tenaga kerja," katanya.

Kini Siwang tidak hanya beredar.di wilayah Majalengka saja, wilayah 3 Cirebon dan Jakarta sudah berdatangan melalui pemasaran media sosial. Taj heran di dapur rumahnya yang luas ibu-ibu tua nampak sibuk mengupas, menyugu, menggoreng dan juga menyaring minyak dari hasil gorengan bawang dengan alat bernama spinner.

"Siwang olahan kita higienis, bahkan hasil gorengannya kita saring dengan spinner sehingga tidak ada minyak dalam kandungan bawang. Bawang renyah dan tidak lengket," pungkasnya. (Echa)


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIAJUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


Twitter Update

Diduga Korupsi Dana Desa, Dua Mantan Kades di Majalengka Berurusan dengan Hukum https://t.co/4Zs4Y3svIU
Jelang Pemilu, Kasau Tegaskan Harga Mati TNI Wajib Netral https://t.co/9Femj7fBf4
Jangan Ditiru! Ini Pengalaman Buruk Kebiasan Pake Ojol https://t.co/2VkGm1qzLW
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page