Rangginang, Panganan Desa yang Eksis di Era Digital

Satu panganan kampung yang tetap eksis dan bertahan dari jaman ke jaman adalah Rengginang. Panganan ini tetap eksis di tengah kemunculan ratusan jajanan baru dan persaingan bisnis.

Berbagai hidangan kuliner dengan cita rasa yang nikmat dan lezat mudah didapati di setiap pelosok daerah. Salah satu ragam kuliner yang lezat itu ialah Rengginang.

Rengginang merupakan makanan ringan atau camilan sejenis dengan kerupuk. Rengginang telah menjadi legenda karena sudah dikenal dan populer dari dulu. Rasanya yang enak, gurih dan renyah, membuat Rengginang mempunyai banyak penggemar dari generasi ke generasi



Yang menarik, selain eksistensi Rengginang yang tidak tergoyahkan sejak puluhan tahun lalu, pelaku usahanya pun mampu bertahan dari di tengah persaingan bisnis kekinian dan gelombang ekonomi makro.

Belum ada kesimpulan muasal Rengginang dan penemunya. Namun bisa dipastikan, Rangginang ini ada hampir di semua daerah di Pulau Jawa. Satu dari ribuan pelaku usaha jajanan ini adalah Sukron Makmun warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Majalengka, Jabar.

Sukron menggeluti usaha Rangginang sejak tahun 1996 lalu. Orang tuanya, Ilyas Bakri adalah gurunya. Sejak duduk di bangku MTs, Sukron sudah banyak terlibat dengan usaha ayahnya itu, dari mulai pembuatan, penggorengan sampai pada penjualan.

Selepas sang Ayah 'pensiun', Sukron ambil alih usaha panganan yang terbuat dari beras ketan itu. "Dari mulai sekolah sudah ikut-ikutan. Begitu orang tua sudah gak bisa lagi, karena sudah tua, usaha ini diseriusi," kata Sukron.

Meskipun jumlah produksi tidak terlalu banyak, namun usahanya ini cukup membantu untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan sehari-hari sampai biaya pendidikan dan bangun rumah, diantaranya tertutupi dari usaha perumahannya tersebut. "Alhamdulillah, kebutuhan sehari-hari bisa ketutup dari sini, lumayan Rp3 juta untuk satu minggu," kata Sukron

Dalam menjalankan usahanya itu, Sukron dibantu dua orang tetangganya pada tahap pembuatan Rangginang. Semua proses, dari mulai pembuatan, pengeringan, goreng sampai packing dilakukan sendiri atau di rumahnya

Untuk setiap pekannya, Sukron menghabiskan 50 Kg sampai 1 kwintal Beras Ketan, tergantung permintaan. Dengan Rp4 ribu perbungkus dengan isi 10 Rengginang, bagi Sukron sudah cukup untuk hidup bersama keluarganya

Rangginang bikinan Sukron ini dipasarkan melalui dua cara, berjualan di pasar tradisiona dan untuk pesanan pelanggannya. Untuk berjualan langsung ke pembeli, Sukron memilih Pasar Pagi Bondan, Kecamatan Kertasemaya, Indramayu dan Pasar Kamis Pagi di Desa Ligung. Sementara untuk pemesanan, biasanya untuk memenuhi kebutuhan reseller dan permintaan warga.

Seperti yang lainnya, Pedagang rengginang pun ada masa keemasan atau panen. Biasanya, menjelang Ramadan sampai selepas Idul Fitri menjadi masa panen Sukron. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Sukron harus menyiapkan tidak kurang dari 10 kwintal beras.

"Kalau dibilang panen, biasanya menjelang bulan Puasa sampai habis lebaran, marema disebutnya. Setiap hari kita bikin, dan jumlahnya ditambah lagi," katanya.

Rangginang produksi Sukron ini masih mempertahankan rasa original atau  gurih yang mayoritas permintaan pasar. Sukron mengaku, dengan usahanya ini, dia tidak khawatir dengan masalah krisisi moneter atau nilai dolar anjlok dan harga BBM naik.

"Gak terlalu khawatir, biasa saja. Ya Alhamdulillah dengan usaha kecil-kecilan seperti ini, bisa mencukupi apa yang jadi keutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak," katanya

Namun begitu, kelemahan Rangginang bikinan Sukron ini adalah tidak memiliki brand khusus atau kemasan mewah. Makklum, untuk di daerah atau pedesaan, pelanggan lebih banyak mengutamakan rasa ketimbang label.


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Peringati Hari Puisi, Budayawan Majalengka Gelar Macasukma https://t.co/CIyFGeOnY2
DPD PKS Subang: Kami Wakafkan Agus Masykur untuk Benahi Subang https://t.co/HyqZ6fcPTv
Ada yang Beda, Ini Penampakan Taman di Sisi Jalan Alun-alun Subang https://t.co/rRWfnWNV91
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page