Ayam Bakar Mista, Favorit Ratusan Warga Cigasong Majalengka

Bisnis Ayam Bakar menyelamatkan usaha pasangan suami istri Susi Hernawati-Ahong. Pasutri yang sempat bangkrut usaha kelontong, kita mulai menapaki tangga keberhasilan lewat bisnis kuliner.

Bagaimana tidak, Ayam Bakar Mista yang dikelolanya di Pasar CIgasong, Majalengka, kini menjadi favorit warga setempat. Bayangkan dalam sehari dua bisa menghabiskan 1 kwintal ayam atau sekitar 500 pelanggannya.

Jatuh bangun perjuangan Susi Hernawati dan Ahong Owner saat ini mulai memetik buah kesabarannya dalam mengelola kedai ayam bakarnya yang mulai drintis tahun 2010. Kedai ayam bakar inipun beberapa kali disinggahi tokoh nasional, salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Susi memaparkan, ide membuka kedai Ayam Bakar diawali saat toko kelontongnya mengalami kebangkrutan. Saat itu ia dan suami banting stir dari toko kelontong dan memberanikan untuk berbisnis di bidang kuliner dengan membuka kedai Ayam Bakar di toko kelontongnya yang sederhana.

"Saat itu kami banting stir dari bisnis kelontongan ke bisnis kuliner. Berawal dengan hanya beberapa pelanggan saja. Namun berkat pelanggan yang menginformasikan dari mulut ke mulut kini pelanggan kedai Ayam Bakar kami setiap harinya terus bertambah," ungkapnya.

Awalnya ia tidak menyangka, respon konsumen yang menyukai Ayam Bakar yang mereka jajakan. Susi berinisiatif menyajikan Ayam Bakar denganĀ  bumbu yang berbeda. Yaitu bumbu ayam bakar akan ditaburkan pada daging ayam yg sudah dibakar saat akan disajikan.

Untuk satu paket Ayam Bakar plus tahu tempe sambal lalapan dan nasi hanya ditarip Rp11 ribu saja. Ini diluar sajian lain seperti goreng jeroan atau goreng kulit dan juga minuman dingin. Dengan harga-harga yang terjangkau pelanggan Ayam Bakar Mista akan membludak saat makan siang tiba, pelanggan akan rela mengantri untuk mendapatkan menu makan siangnya dengan sabar.

Dengan 6 orang karyawan, kedai Ayam Bakar Mista mampu menghabiskan lebih dari 1 kwintal daging ayam sehari, dan untuk mencukupi porsi yang dibutuhkan, kedai ini biasa memasok sekitar 2 karung beras atau setara dengan 50 Kg beras sehari.

Tak hanya karyawannya, Susi dan Ahong kadang-kadang juga terjun langsung saat pembeli membludak selain mereka bertugas sebagai kasir. Bukan hanya karena bumbu ayam bakarnya yang dikenal lezat, namun suami istri yang beralamat di Komplek Neglasari Majalengka Wetan ini juga dikenal ramah sehingga banyak pelanggan yang tidak segan bersenda gurau dengannya sehingga menciptakan suasana keakraban yang berbeda.(Echa)


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Banner Kanan 1

Twitter Update

Jembatan Penghubung Antar Desa di Blanakan Nyaris Ambruk Diterjang Batang Pohon https://t.co/u37LFD8xAS
Bagi Raport, Murid TK kemala Bhayangkari Majalengka Baca Hapalan Surat Pendek https://t.co/jJPFYmwyhe
Petir Hantam Rumah Warga Jatitujuh, Dua Orang Alami Luka Bakar https://t.co/0cKMc5qFfM
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page