Follow us:

Mencicipi Sensasi Ayam Bakar Bumbu Bali di Kedai Ceuceu Benpas Subang

Menu olahan dari ayam menjadi menu favorit bagi kebanyakan orang. Tidak heran, beragam variasi dan juga inovasi menu dilakukan untuk memanjakan lidah para pencinta ayam.

Variasi dilakukan mulai dari racikan bumbu, cara memasak hingga padu padan bahan yang membuat cita rasa olahan kian menggugah selera. Di Subang rumah makan maupun resto yang menyediakan hidangan ayam amat mudah ditemui di sudut-sudut kota.

BACA JUGA:
Wajib Coba! Ayam Taliwang Khas Lombok di Subang, Pedasnya Seuhah...
Ceuceu, Pelayan Cantik Kedai Nasi Timbel Subang
Nasi Liwet Saung Ambu, Wisata Kuliner Keluarga di Alam Terbuka

Pun dengan lesehan juga warung tenda sederhana yang berjajar rapi di sepanjang deretan jalan-jalan kota yang dapat ditemui mulai sore hingga malam hari.

Seperti sebuah tempat makan di Jl. S Parman Subang, Kedai Ceuceu Benpas. Untuk memeningkatkan usahanya di bidang kuliner, Kedai ini terus berinovasi dan berkreasi dengan menghadirkan Ayam Bakar Bumbu Bali.

"Kita menyuguhkan sesuatu yang baru. Dan Ayam Bumbu Bali ini di Subang belum ada. Meskipun banyak kemiripan dengan ayam bakar lainnya, tapi ayam bakar bumbu bali ini punya kekhasan dan sensasi sendiri," kata owner kedai, Ceuceu Budianti

Soal ramuan, Ceuceu tidak banyak memberi bocoran. Namun kata Ceuceu, pembuatan Ayam Bakar Bumbu Bali memiliki perbedaan dari racikan bumbu sampai pada pengolahan. "Dari mulai nol sampai siap saji, kita butuh waktu sekitar dua jam. Tapi di sini semuanya sudah tinggal bakar saja, sekitar 15 menit sudah jadi. Sebelum dibakar, kita matangkan dulu sampai dua kali biar bumbunya meresap dan dagingnya empuk," katanya.

Untuk satu porsi, Ayam Bakar Bumbu Bali ini cukup merogoh Rp20 ribu saja. Tapi buat yang datang untuk berlima, disipakn paket khusus, Rp100 ribu dengan komposisi ayam satu ekor, nasi liwet dan aneka lalapan. "Alhamdulillah peminatnya banyak, sehari bisa sampai 35 ekor," katanya sumringah.

Saat disajikan, aroma khas ayam bakar bumbu bali dengan aroma asap bakaran arangnya langsung terasa di hidung. Aroma yang membuat lidah semakin bergoyang dan perut semakin keruyukan. Di lahapan pertama, yang paling terasa adalah sensasi bumbunya yang khas. "Saya enggak tahu bedanyadimana, tapi banyak yang sudah makan di sini, mereka bilang bumbunya beda dan enak, imbuhnya.


____
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Chanel BBM: Berita Subang


Twitter Update

Tiga Orang dari Satu Keluarga Tewas di Tol Cipali Subang https://t.co/TSA1RcK9of
Komunitas Pesantren Sarankan @RidwanKamil Maju dari Independen https://t.co/Ql0lWcOTZX
Komunitas Pesantren Deklarasi Dukungan @RidwanKamil di Pilgub Jabar https://t.co/VWkFe7oAnk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Facebook Page