Kesenian Khas Subang, Sisingaan Kian Mendunia

Kesenian Tradisional khas Subang, Sisingaan kian mendunia. Pada ajang Seoul Friendship Fair 2018 di Korea, Sisingaan yang dipertunjukan CDS Ethnic Percussion Bandung ini sukses menyedot perhatian warga setempat
 
Sukses meraih penghargaan sebagai The First winner Best Traditional art Performance Seoul Friendship Fair 2017 yang di ikuti 44 Negara, Kota Bandung kembali mengirimkan duta seni di ajang serupa 2018.

Antusiasme masyarakat dunia terhadap keragaman seni budaya sunda, mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung kembali mengirimkan duta seni untuk mengikuti ajang Seoul Friendship Fair 2018. Tahun 2017 lalu, duta seni asal Kota Bandung yang diwakili CDS Ethnic Percussion sukses memukau perhatian dunia dengan menjadi The First winner Best Traditional art Performance.

Prestasi tersebut tidak hanya berhasil membawa harum nama Kota Bandung tetapi juga Jawa Barat dan Indonesia. Terlebih, wakil Kota Bandung ini mampu mengalahkan perwakilan lainnya dari 44 negara.

Di tahun 2018 ini, harapan serupa pun menjadi target Kota Bandung. Bukan hanya sebagai upaya memperkenalkan keragaman budaya sunda kepada masyarakat dunia, juga untuk mendorong tingkat kunjungan wisata ke Kota Bandung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, tahun 2017 lalu, CDS Ethnic Percussion yang menjadi duta Kota Bandung sukses menjadi juara dalam ajang Seoul Friendship Fair 2017.

Di tahun ini pun menurut Kenny, Disbudpar kembali mengirimkan kelompok seni CDS untuk mengikuti ajang serupa. Penunjukan CDS sendiri lanjutnya selain karena kualitas juga atas permintaan langsung pihak kedutaan Indonesia di Korea.

"Kita dari Disbudpar Kota Bandung pasti akan mendukung penuh. Meskipun memang tidak ada anggaran, tapi kami Insya Allah akan membantu mengupayakannya dari sponsor. Kegiatan-kegiatan ini sangat strategi baik untuk memperkenalkan seni budaya sunda kepada dunia juga untuk mendorong wisatawan asing tertarik datang ke Kota Bandung," ungkapnya.

Kenny mengungkapkan, keikutsertaan Kota Bandung dalam ajang berskala internasional bukan hanya untuk kesenian tradisional tetapi juga non tradisional. Hal ini sangat berdampak luar biasa karena ternyata masyarakat dunia begitu menyukai aksi-aksi seniman Kota Bandung.

"Semoga ini juga dapat menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh seniman yang ada di Kota Bandung baik tradisional maupun non tradisional untuk terus meningkatkan kualitas," ungkapnya.

Terpisah, Pimpinan CDS Ethnic Percussion, Cecep Dadi Setiadi mengaku bersyukur dapat berperan aktif memperkenalkan seni budaya sunda kepada masyarakat dunia. Cecep mengaku akan berusaha memberikan yang terbaik selama di Korea. Terlebih, keikutsertaannya dalam festival tahun 2018 ini juga atas permintaan dari pihak kedutaan Indonesia di Korea.

"Semoga kami dapat memberikan penampilan terbaik dan dapat membawa harum nama Kota Bandung, Jawa Barat dan Indonesia seperti tahun lalu. Saya juga sangat bersyukur karena ternyata masyarakat dunia begitu antusias setiap kali seni budaya asal Indonesia tampil," ujarnya. (ghiok riswoto)



Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

300 Jendral Siap Menangkan Prabowo-Sandi https://t.co/Cm6lHBwcnp
Pasangan Calon Presiden sudah ada, nomor urut juga sudah. Siapapun jagoannya #2019TetapNgopi Dapatkan Kaos… https://t.co/vmLylspsz5
Kangen lagu romantisnya ARMADA BAND, mau dinyanyikan di depan tercinta? Datang dan nikmati di Cafepedia Jl. Otist… https://t.co/WQB4dEh2Os
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page