Sanggar Nay Sunda Bangun Karakter Anak dengan Sholat dan Tari

Bagi kebanyakan tempat kursus atau sanggar seni tari, peserta didik pasti dipungut iuran bulanan demi terselenggaranya pendidikan dengan baik. Namun, ternyata tidak semua sanggar tari menerapkan aturan yang sama.

Di Sanggar Nay Sunda, yang terletak di Jalan Sukarahayu, gang Hebras Kelurahan Karanganyar, Subang, peserta sama sekali tidak dipungut biaya pendaftaran. Peserta cukup menunjukkan mukena bagi perempuan dan kain sarung bagi laki laki yang wajib dibawa setiap kehadiran.

Pengasuh Sanggar Nay Sunda, Novianti Silviadi, mengatakan bahwa siapapun boleh  belajar menari di sanggar tari tersebut, asal syaratnya itu tadi, peserta wajib membawa perlengkapan sholat.

"Mereka sebelum belajar nari  belajar dulu bacaan sholat dan  solat asar bersama. Bila mereka tidak  membawa alat sholat, mereka  dipulangkan dan  dianggap  tidak  hadir," kata Novi, Ahad (8/10/2017).

Menurut Novi, syarat mukena dan  sarung yang harus  dibawa setiap latihan itulah bentuk iurannya. "Kami berlakukan aturan ini dengan maksud ingin membangun karakter anak terutama perempuan Sunda yang lemah gemulai tapi tidak rapuh, karena memiliki sandaran jelas yaitu Allah SWT," ucapnya.

Sanggar ini, kata Novi, memiliki murid lebih dari 250 orang dengan beragam usia. Ratusan alumni sanggar inipun sudah tersebar di Kabupaten Subang dan wilayah Jawa Barat. "Mereka ada yang sudah menjadi penari profesional di daerahnya maupun nasional," imbuhnya.

Meskipun tanpa dipungut biaya, bukan berarti kualitas dinomorduakan. Terbukti, asuhan Sanggar Tari Nay Sunda telah dipercaya mengisi acara acara penting di daerah maupun di tingkat nasional. Soal prestasi, tak perlu diragukan. Binaan sanggar ini kerap mengikuti kejuaraan tari dan mampu mengukir prestasi sebagai juara sampai di level nasional.

"Alhamdulillah, sudah banyak lomba yang mmebuat kita berbangga, banyak event yang kita ikuti, bahkan penghargaan dari Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan pun sudah kita terima. Keberhasilan ini kuncinya, menselaraskan antara sholat dan aktivitas tari," pungkasnya


Follow Us:
Twitter @tintahijaucom
FB: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Sambut Pilkada, Polres Majalengka Petakan Potensi Rawan Konflik https://t.co/ztyuHTGtMl
Ngeri! Seorang Pamong Desa di Majalengka Bacok Kepala Warga https://t.co/vaaHWk2bLZ
Peringati Hari Antikorupsi, KAMPAK: Usut Kasus Honorer Bodong 2013 https://t.co/6BcDUHym92
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page