Mainkan Lesung, Bupati Subang: Harus Dijaga dan Dilestarikan

TINJAU PABUARAN- Bupati Subang, Hj Imas Aryumningsih mahir memainkan lesung atau alat penumbuk padi saat acara pelestarian budaya Sunda yang digelar di Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Subang, Jum'at ( 7/7/2017) malam

Bupati Imas Aryumningsih turun dari panggung dan menuju kelompok ibu-ibu yang sedang memainkan lesung, ia tanpa basa-basi langsung menggantikan salah satu penabuh lesung dan ikut bergabung.

Ketika Bupati memainkan lesung ribuan pasang mata tertujunya bahkan tak sedikit warga pun memposting dengan kamera ponselnya.

Bupati Subang, Hj Imas Aryumningsih mengatakan, lesung yang terbuat dari kayu laban itu menjadi benda sejarah dari nenek moyang, kegunaan lesung itu pada jamannya kerap digunakan untuk menumbuk padi.

Selain itu suara lesung juga kerap digunakan untuk mengundang warga saat hendak hajatan sunatan atau pernikahan. Dengan sura lesung yang diperdengarkan tentunya warga sudah hapal bahwa akan digelar hajatan warga.

Namun dengan kemajuan jaman lesung itu keberadaanya tergerus bahkan nyaris punah, kini sudah jarang di temukan bahkan generasi penerus jaman sekarang mungkin sedikit pengetahuan tentang lesung.

"Lesung ini keberadaanya harus dijaga, untuk memainkan lesung agar suaranya merdu itu biasanya dimainkan oleh ibu-ibu dengan jumlah 12 Orang. Dari kedua belas orang itu tentunya memiliki tugas masing-masing hingga membuat suara lesung yang berbeda dan berirama,"kata Bupati Subang, Hj Imas Aryumningsih kepada TINTAHIJAU.com.

Sementara itu Panitia Acara, Andriyanto mengatakan, lesung ini sengaja didatangkan dari jauh untuk melengkapi acara pelestarian budaya Sunda, benda lesung ini sudah jarang ditemukan.

"Dimomen ini selain untuk melestarikan budaya Sunda juga untuk memperkenalkan benda jaman dulu kepada generasi penerus agar mereka lebih mengetahui benda peninggalan nenek moyang," kata Panitia acara, Andriyanto

Lesung yang panjangnya sekitar 7 meter itu yang terbuat dari kayu laban kondisinya sudah miris namun untuk sura saat ditabuh tak kalah merdunya dengan musik modern,"katanya.

"Ibu-ibu dengan riang dan semangat menabuh lesung itu, mereka kompak sehingga menimbulkan suara merdu di lengkapi dengan penari lesung sambil mengitari area itu,"tandasnya. [Sandy Zaenudin]




_____________
Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Banner Kanan 1

Twitter Update

Sambut Pilkada, Polres Majalengka Petakan Potensi Rawan Konflik https://t.co/ztyuHTGtMl
Ngeri! Seorang Pamong Desa di Majalengka Bacok Kepala Warga https://t.co/vaaHWk2bLZ
Peringati Hari Antikorupsi, KAMPAK: Usut Kasus Honorer Bodong 2013 https://t.co/6BcDUHym92
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page