LAK Galuh Pakuan Minta Pemkab Subang Perhatikan Seni Tradisi

TINJAU SUBANG- Rahyang Mandalajati Lembaga Adat Karaton (LAK) Galuh Pakuan Evi Silviadi meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap pelaku seni tradisi.

Tidak saja soal sarana dan prasarana atau fasilitas untuk berseni, namun Pemerintah Kabupaten Subang harus serius memberi perhatian nasib para pelakunya, sebagai pewaris seni tradisi.

"Sejauh ini pemerintah seperti belum serius dalam mengurus seni tradisi. Mereka dibiarkan hidup dan jalan sendiri. Ini yang menjadi keprihatinan kita, perhatian pemerintah belum ada," kata Evi Silviadi kepada TINTAHIJAU.com, di sela Pasanggiri Jaipongan di gedung Wisma Karya Subang, Rabu (3/5/2017).

BACA JUGA:
90 Penari Bersaing Ketat pada Pasanggiri Jaipongan di Subang
Eksistensi Pupuh di Subang Digerus Seni Modern
Selangkah Lagi Tiga Seni Khas Subang Keliling Eropa


Menurut Evi sejarah dan proses perjalanan satu daerah tidak luput dari seni dan budaya tradisi. Keduanya menjadi bagian yang terpisahkan dari perjalanan satu daerah. Namun, apreisasi pemerintah dalam bentuk apreisasi terhadap seni dan budaya itu masih jauh dari harapan.

"Seni, Budaya dan sejarah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sayangnya, kita euporia dengan hari ini dan melupakan masa lalu," imbuhnya

Evi mengingatkan, dari hasi Pasanggiri Jaipongan yang digagas sekumpulan anak muda dalam Paguyuban Mojang Jajaka itu, Pemerintah merespon secara serius. Artinya, pemerintah harus memfasilitasi mereka, khususnya mereka yang berprestasi.

"Acara semacam ini, meskipun jarang dilakkan, tapi sangat mudah dilakukan. Justru yang harus serius, sejauh mana pemerintah menangkap ini. Apa yang akan dilakukan pemerintah dari hasil kegiatan ini? mereka adalah pewaris seni tradisi, beri mereka penghargaan dengan dilibatkan dalam kegiatan Paiwisata, budaya atau lainnya," tadnasnya

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Subang Ahmad Sobari bersepamahaman dengan harapan Evi Silviadi. Bahkan Ahamd menegaskan pihaknya saat ini sedang menggodok dan membuat konsep untuk rapat koordinasi terkait sinergitas antara budaya dan pariwisata.

"Harus, jelas itu harus. Mereka patut kita apreisasi dan hargai. Tentu saja, secara kedinasan kita akan optimalkan di sektor Pariwisata. Tapi karena budaya sekarang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kita akan lakukan koordinasi kaitannya sinergitas ini," kata Ahmad.


_______
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Banner Kanan 1

Facebook Page

Twitter Update

PT. Wilbess Global Purwadadi Mencari 500 Karyawan Baru https://t.co/rXRycPMUw4
Top! Hacker Indonesia Serang Puluhan Website Malaysia https://t.co/snuouPI5xu
Ratusan Warga Antri Dana PKH di Aula Kecamatan Purwadadi https://t.co/NdBw5oHd3a
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter