FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ketua DPD Kota Cirebon Dipecat, Golkar Memanas

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Partai Golkar mencopot Toto Sunanto dari jabatannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Cirebon. Pemecatan itu diduga terkait dukungan Toto ke Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang maju sebagai calon Ketua Umum dalam Munas Golkar 2019.

Dikutip dari Republika.co.id, Bamsoet pun menyesalkan pemecatan itu. Ia menilai, pemecatan terhadap Toto Sunanto berlebihan. Menurutnya, pemberhentian tersebut akan memberikan contoh demokrasi yang tidak baik dalam tubuh partai.

"Iya itu yang kami sesalkan dan kami meminta praktik-praktik seperti itu dihentikan. Tidak bagus dan tidak memberikan contoh yang baik bagi Partai Golkar ke depan," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/7) malam.

Pemberian dukungan kepada salah satu calon dalam munas, menurut Bamsoet, merupakan hal wajar. Pria yang juga Ketua DPR RI ini menyebut, dukung mendukung, menurutnya merupakan realitas politik dalam munas yang harus diterima sebagai bentuk kedewasaan dalam demokrasi.

"Karena kalau kita mendukung demokrasi, maka apa pun yang daerah lakukan untuk soal dukung mendukung itu diterima saja sebagai suatu realitas. Itu kan bagian dari demokrasi, jadi enggak perlu ada yang ditakutin," tutur Wakorbid Pratama Partai Golkar ini.

Bamsoet mengaku mendapat informasi yang mengatakan Toto Sunanto dipecat karena adanya dorongan dari bawah. Ia pun menyebut alasan tersebut ganjil. Jika benar terjadi dorongan dari bawah, kata Bamsoet seharusnya dilakukan sejak jauh hari sebelum dukung mendukung dimulai.

"Kalau itu sih sudahlah kita bisa cek di bawah benar enggak suara dari bawah itu. Kalau soal itu benar, berarti bisa mengefek ke pusat juga karena semua daerah menginginkan pembaharuan. Saat ini sudah banyak daerah yang menginginkan dilaksanakan Munas," ujar Bendahara Umum Partai Golkar periode 2014-2016 ini.

Menurut Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi ada tiga alasan pemecatan Toto. Salah satunya, Toto diduga tidak dapat mempertanggungjawabkan dana partai politik 2018.  "Dana itu tidak digunakan untuk kepentingan partai menurut laporan bendahara Golkar Kota Cirebon. Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi," ujar Dedi kepada wartawan, Sabtu (6/7).

Alasan lainnya, kata Dedi, adalah dana saksi yang tidak seluruhnya dipakai. Imbasnya, pada Pemilu 2019 kemarin beberapa dapil tidak memiliki saksi. "Ketiga adalah pengelolaan organisasi yang buruk. Partai porak poranda," katanya.

Hal tersebut, kata dia, muncul berdasarkan laporan dari pimpinan Golkar kecamatan di Kota Cirebon yang berjumlah lima kecamatan. Laporan tersebut disampaikan pada 18 Juni 2019 lalu lantas diverifikasi oleh tim investigasi DPD Golkar Jabar.

Dinamika bursa calon ketua umum Golkar terus memanas. Dua calon yang hampir dipastikan maju yakni Ketua Umum Pejawat Airlangga Hartarto, dan Bambang Soesatyo. Dukungan Airlangga telah mengalir dari sejumlah DPD tingkat I maupun tingkat II. Sementara, sejauh ini Bamsoet tampak lebih berupaya mengumpulkan dukungan dari DPD tingkat II yang juga terus mengalir.

Dari detik.com, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku sudah mengantongi 400 dukungan yang berarti cukup untuk mencalonkan lagi jadi ketum periode 2019-2024. Airlangga Hartarto mendeklarasikan diri kembali maju dalam bursa calon Ketua Umum Golkar periode 2019-2024 di Makassar. Airlangga Hartarto telah mengantongi 400 dukungan dari pemegang suara di partai Golkar.

"Hari ini pada tanggal 7 Juli 2019 saya Airlangga Hartarto setelah menerima amanat dan aspirasi dari 400 pemegang suara di Partai Golkar dan dengan dukungan yang masih mengalir, maka dengan ini saya menyatakan saya siap maju menjadi ketua umum partai Golkar 2019-2024 dan insyaallah amanat yang diberikan untuk membesarkan, memperkuat, dan memenangkan partai Golkar di dalam Pemilu 2024 dengan Ridho Allah Subhana Wa Ta'ala dan dukungan teman-teman semua, serta sahabat-sahabat maka saya siap maju," sebut Airlangga Hartarto dalam deklarasinya di Makassar, pada Minggu (7/7/2019).

Klaim yang sama disampaikan oleh kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet). Mereka mengklaim, dukungan terhadap Baoset sudah di angka 400

"Pak Bambang Soesatyo sampai ini hari sudah mendapat dukungan lebih dari 400 dukungan. Golkar di dalam munas berbicara suara, (DPD) tingkat II 514, DPD (tingkat) I 34, DPP 1, ormas pendukung 10, dewan pembina 1. Ini jumlah suara sah di dalam munas sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga," kata anggota timses Bamsoet, Yoris Raweyai, di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019).

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 1

Twitter Update

Kreatif! Warga Majalengka Sulap Jerami Padi jadi Patung https://t.co/fqKdbRcf2e
Ini Dia Formasi Hasil Bongkar Pasang 301 Posisi Pejabat Subang https://t.co/FlRViYjNHp
Buka Outlet Baru di Jl. Panji Subang, Nasgor Mumtaz Gratiskan 50 Porsi Gratis https://t.co/fwLSviUHgt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page