Sudah Siapkan Draft, PKS Langsung Dorong RUU Penghapusan Pajak Motor dan SIM Seumur Hidup

SUBANG, TINTAHIJAU.com - PKS mengklaim sudah menyiapkan draft RUU Penghapusan Pajak Sepeda Motor, SIM Seumur hidup,revisi UU Pajak Penghasilan dan perlindungan ulama. Dengan demikian, PKS akan konsisten mendorong RUU itu dibahas DPR RI periode 5 tahun mendatang.

Politisi PKS Hafidz Ary Nurhadi menegaskan, begitu Caleg Terpilih dilantik di Gedung DPR RI, PKS langsung mendorong empat RUU tersebut. "Begitu dilantik, PKS langsung dorong empat RUU ini. Kita sudah siapkan draftnya jauh-jauh hari," kata Hafidz dalam Sosialisasi Program Hapus Pajak Sepeda Motor dan SIM Seumur Hidup bersama Kader PKS dari Subang Majalengka di Wisma Haji Subang, Rabu (27/2/2019).

BERITA TERKAIT:
Siapkan Manuver Politik, PKS Hadirkan KPU dan Bawaslu di FGD Caleg
PKS Subang Apreisasi Gebrakan 100 Hari Kerja Pemerintahan Ruhimat-Agus
Caleg PKS Subang Nahkodai Ormas GARBI

Program ini sempat mendapat cibiran dari sejumlah kalangan. Bahkan mereka menyebutkan program PKS tersebut terlalu mengada-ada yang berdampak pada pendapatan daerah. Namun Cibiran itu ditanggapi santai Hafidz. Menurut dia, penolakan semacam ini seperti program KTP seumur hidup yang sempat ditolak.

"SIM seumur hidup ini mirip KTP, KTP seumur hidup juga orang menolak, sekarang baik baik saja. SIM juga begitu, SIM itu identitas orang berada di jalan, STNK identitas kendaraan, rumah sertifikat tanah. SIM itu gak ngaruh soal keamanan, karena ketika orang pertama kali punya SIM, orang itu dianggap layak hadir di jalan," papar Hafidz.

Soal kehkawatiran akan berdampak pada keuangan daerah, Hafidz menyebutkan kehkawatiran itu tidak beralasan. Dari kalkulasinya, dengan penghapusan pajak, di Jabar misalnya, hanya kehilangan 7% dari 30%. "STNK akan kolep keuangan daerah, tidak beralasan, karena Jabar ini baru 7% kok, sementara semuanya 30%, masih ada 23 persen yang harus dihabiskan. Masih banyak yang harus kita lakukan untuk hidup hemat, dan masyarakat tidak terbebani," jelasnya

PKS pada Pemilu 2018 ini menargetkan 12% di kursi DPR RI. Partai yang pada Pilpres April mendatang itu mendukung Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Hafidz ini menegaskan, siapapun nantinya Presiden hasil Pemilu, tidak merubah komitmen dan program PKS di Legislatif.

"Berapapaun suara PKS, kita akan tetap perjuangkan, kita pernah waktu PK perjuangkan UU sisdiknas. Hanya dengan tujuh orang kita perjuangkan. Siapapun yang jadi presiden kita akan punya bergaining, siapapun presidennya akan membutuhkan kekuatan PKS untuk menyetujui gagasan mereka. ini yang jadikan kekuatan PKS untuk bergaining posisition," pungkasnya

Sosialisasi Program Hapus Pajak Sepeda Motor dan SIM Seumur Hidup dan Perlindungan Ulama ini diikuti ratusan Kader PKS dari Subang dan Majalengka. Ketua DPD PKS T Munandar Hilmi mengatakan sosialisasi ini perlu dilakukan guna mendapat informasi utuh terkait program tersebut dari sumbernya.

"Agar kader, pengurus dan simpatisan memahami mengapa PKS menyampaikan gagasan SIM seumur hidup, hapus pajak motor, RUU perlindungan Ulama, langsung dari sumbernya. Hingga ketika mengkampanyeka itu dapat dilakukan dengan percaya diri," katanya

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

[VIDEO] Petugas Kebersihan Bingung Saat Mendapat Kejutan Pada Pagi Buta https://t.co/K66zSlMMPC
Jejak H. Ruhimat: Dari Dagang Koran, Kuli Panggul Pasar sampai Jadi Bupati Subang https://t.co/vFljPndfbP
[VIDEO] Maling Rumahan Tertangkap Basah Korbannya di Cipeundeuy Subang https://t.co/0ZoQ231ENz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page