Foto di Surat Suara Terlalu Cantik, Caleg DPD Terpilih ini Dilaporkan ke MK

Kabar tentang caleg terpilih DPD NTB diadukan ke MK sempat ramai diibicarakan. Pasalnya, caleg terpilih DPD NTB, Evi Apita Maya diadukan ke MK lantaran dituduh mengedit foto terlalu cantIk pada kertas suara pemilu.

Gara-gara dituding mengedit foto terlalu cantik pada surat suara pemilu, caleg terpilih DPD NTB, Evi Apita Maya diadukan ke MK dengan tuduhan perbuatan curang.

Aduan ini diajukan sendiri ke MK oleh pesaingnya yang juga caleg DPD NTB, Farouk Muhammad. Dalam aduannya, Farouk Muhammad menyebut Evi Apita Maya telah melakukan kecurangan dengan memanipulasi foto pencalonan dirinya pada kertas surat suara.

Manipulasi ini dilakukan dengan mengedit foto pencalonan dirinya di luar batas wajar. Farouk Muhammad menuding Evi Apita Maya berbuat tak jujur karena mengubah fotonya hingga nampak lebih cantik dari aslinya. Lewat kuasa hukumnya, Happy Hayati, Farouk Muhammad melaporkan hal tersebut sebagai salah satu pelanggaran administrasi pemilu.

Sementara itu Anggota DPD RI terpilih, Evi Apita Maya yang dituding memalsukan dokumen atas foto cantiknya di kertas surat suara DPD RI dalam pemilihan umum 2019 menyebut, hanya pekerjaan lawan politik yang tidak berbobot.

Nama Evi Apita Maya caleg nomor urut 26 Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menorehkan suara terbanyak dan dipastikan duduk di Senayan. Namun, kemenangan Evi mendapatkan tudingan dari seorang saksi petahana karena foto cantiknya tersebut dianggap hasil pemalsuan dokumen.

Karena Foto Cantik Evi oleh saksi petahana disebut tidak menggunakan foto barunya dalam pencalonan. “Sebenarnya mereka mengira foto yang digunakan oleh saya itu foto lama, tidak menggunakan foto baru,” kata Evi di temui di BTN Kekalek Mataram, Selasa (14/5/2019).

Evi menyebutkan, padahal pihak KPU sudah mengklarifikasi persoalan tudingan atas foto dirinya dan tidak ada persoalan. “Saat itu kan KPU langsung mengklarifikasi, kalau itu foto baru dan tidak ada persoalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, foto yang disandingkan di surat suara dengan foto dirinya mengunakan baju putih tersebut, merupakan foto di Facebook sekitar puluhan tahun yang lalu. “Foto yang disandingkan dengan baju putih itu sekitar sepuluh tahun yang lalu, usai habis melahirkan, tepatnya pada 13 Oktober 2010,” katanya.

Menurutnya, tudingan pemalsuan dokumen atas foto pencalonan dirinya merupakan kerjaan oknum lawan politik untuk menjatuhkan dirinya dengan cara tidak berbobot. "Mereka itu nyari kelemahan orang dengan cara tidak berbobot” ujarnya.

Kemenangan yang diraih Evi, menurutnya. Merupakan hasil kerja kerasnya bersama tim pemenangan, bukan hanya karena terpampang fotonya yang cantik melainkan strategi kampanye untuk menyentuh hati dan perhatian masyarakat. “Saya kira proseslah yang menentukan kemenangan saya ini, bagaimana kita menggalang dukungan kepada masyarakat, dengan cara langsung terjun di pelosok-pelosok,” Ungkapnya. [KOMPAS]

 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Lawan Praktek Percaloan, Bupati Subang Datang dan Urus SIM Sendiri ke Polres https://t.co/0kwbVF9KXw
Kasus Penggusuran Lahan untuk Proyek Tol Cipali Diputuskan Besok https://t.co/3dE2P2EAOU
Era Industri 4.0, Bupati Subang: Waspadai Informasi Hoax dan Fitnah https://t.co/g2YxtR5JAw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page