Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Siswa tidak hanya diajarkan teori di bangku sekolah, tapi mereka dituntut cerdas memiliki ketrampilan. Inilah yang terpotret dari siswa SMA Prakarya Santi Asromo Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang. Majalengka

Ratusan siswa SMA Prakarya Santi Asromo tidak hanya dituntut memiliki cerdas di pelajaran sekolah tapi harus memiliki kemampuan lain. Kaitan dengan itu, SMA Prakarya ini membekali siswanya dengan sejumlah kegiatan ekstrakulikuler  yang menitik beratkan pada jiwa enterpreneurship dan kemandirian.

Kegiatan Estrakulikuler di SMA Prakarya Pondok Mufidah Santi Asromo ini salah satunya adalah Tata Boga. Seperti yang terlihat di kelas XI IPS 2. Mereka tampak sibuk sedang membuat Asinan dan minuman yang berbahan dasar buah-buahan. Meskipun dibuat dengan cara manual, tapi soal rasa dan kualitas, jajanan karya anak-anak ini boleh dibandingkan.

"Seneng banget. Karena kita jangan cuma bisanya beli, tapi gimana bisa menjual. Santri jaman now harus pintar di kelas, dan pintar berwirausaha," kata salah seorang siswi, Anastasia

Sekretaris Pondok Mufidah Santi Astomo Arif Muflihin mengatakan, selain ekstrakulikuler Tata Boga, di SMA Prakarya Santi Asromo ini dibekali ketrampilan membuat batik jumputan. "Dalam kegiatan Ekskul disini para santri dapat mengeksplor kreatifitasnya semaksimal mungkin, baik Eskul Tata Boga maupun Eskul membuat Batik Jumputan," papar Arif

Arif menambahkan dengan Eskul Tata Boga dan membuat Batik Jumputan, sekolah mengharapkan para siswanya kreatif dalam berkarya baik itu berupa kuliner ataupun batik.

"Semoga dikemudian hari ilmu yang mereka dapat bisa dipakai untuk berwirausaha, karena selama ini jika ada event-event biasanya karya-karya anak-anak ini sering dipartisifasikan dalam kegiatan Bazaar," (Echa)

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU