Follow us:

GreenThink, Menyulap Lahan Mati Menjadi Wahana Edukasi

Kehadiran GreenThink di Desa Cilamaya Girang, Subang menjadi wahana wisata alternatif bagi masyarakat Subang, khususnya di kawasan Pantura. Tidak saja dimanfaatkan untuk wisata atau melepas penat, Greenthink yang resmi dilaunching Oktober lalu itu menjadi wahana edukasi bagi ribuan siswa di Kabupaten Subang.

Tidak terpikirkan sebelumnya, jika lahan mati dan tak produktif itu kini menjadi sebuah taman ekosistem sekaligus wahana wisata edukasi terbesar di Kabupaten Subang. Sebelum tahun 2014, lahan milik Perhutani tidak dimanfaatkan atau dibiarkan kosong.

Melihat potensi itu, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bersama Perhutani sepakat untuk menata lahan seluas 2,4 hektare dengan menggandeng  konsultan Detara Fondation.

Hasilnya, lahan yang semula tidak produktif itu, kini, tidak saja menjadi alternatif tapi menjadi tempat andalan bagi masyarakat setempat untuk menikmati kesejukan sambil bermain dengan putra-putri mereka. "Awalnya ini kosong, sekarang jadi bagus. Kalau hari minggu rame terus untuk olahraga," kata Warga setempat, Wartiah

Hasil dari transformasi PHE ONJW ini kawasan hutan Kapal Kehati Greenthink yang menjadi areal konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi oleh masyarakat itu kini tampak nyaman dan sejuk dengan ribuan pohon aneka jenis, seperti mahoni, kenanga, akasia, flamboyan, sukun hingga pohon bakau, di dalamnya.

Di titik lain, ada beberapa kolam yang dimanfaatkan budidaya ikan oleh warga setempat. Belum puas sampai di situ, di area yang sama terdapat ternak unggas dan jamur serta sayuran. fasilitas yang ada itu, tidak saja meningkatkan ekonomi warga setempat, juga menjadi media edukasi bagi pelajar yang datang di lokasi tersebut.

Bahkan, di sisi bagian selatan, terdapat aneka permainan anak-anak dari mulai jembatan gantung dari susun kayu yang diikat pada tali, berjalan di lorong frum, hingga berjalan di tambang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suwarna Murdias menyebutkan keberadaan GreenThink ini, sepatutnya bisa dimanfaatkan sekolah khususnya yang ada di wiayah tersebut. Suwarna menegaskan, proses pendidikan atau kegiatan belajar mengajar tidak terpaku di dalam kelas. Sebaliknya, dengan belajar outdoor bisa memudahkan anak didik untuk mengenal secara langsung

"Dengan belajar di luar itu bisa memudahkan anak-anak untuk langsung mengenal. Dan saya kira GreenThink ini bisa menjadi laboratorium mereka khususnya di pelajara Biologi, mereka bisa mengenal langsung eksositem atau lainnya," jelasnya.

Ketua Kelompok Penggiat Pariwisata (Kompepar) Subang Alam Rantjatan keberadaan GreenThink menjadi satu-satunya wisata berbasis pendidikan di wilayah Pantura. Sinergitas antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, kata Alam bisa mejadi sumbangsih bagi perkembangan dan pemanfaatan GrenThink yang berada di daerah perbatasan Subang-Karawang tersebut.

"Tentu saja ini hal yang baik, menambah perbendaharaan wisata di Subang, apalagi ini punya segmentasi tersendiri. Alangkah idealnya jika dua dinas tersebut bersinergi dalam pemanfaatan keberadannya," jelasnya

Dikatakan Alam, hal lain yang menjadi masalah, adalah kondisi infrastruktur menuju lokasi wisata. Menurutnya, akses jalan rusak kadang menjadi faktor utama menghambat mereka yang berkunjung dan mengurungkan niatnya. "Saya kira bukan saja di GreenThink, di beberapa tempat wisatapun kondisinya sama. Dalam hal ini tentu saja pemerintah, baik dari Kabupaten maupun Kecamatan dan Desa harus sama-sama memiliki kemauan yang sama, dalam hal jalan ini. Jangan sampai, tempatnya sudah bagus dan lengkap, jalannya rusak. Ini jadi masalah," paparnya
 




Twitter Update

Cegah Pungli, Rekrutmen Buruh Harus Lewat Disnakertrans https://t.co/Nv4jGo83YF
Bedah Rumah TMMD, Elis Senyum Bahagia dengan Rumah yang Dulu Bilik Kini Berdiri Kokoh https://t.co/DIYzbRAmyW
Bantu TNI, Elis Jadi Tukang Aduk Saat Rehab Rutilahu TMMD https://t.co/QmZjazHdUQ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page