Keren! Pramuka jadi Pelajaran Formal di SMAKOT Subang

Pramuka, masuk dalam salah satu pelajaran formal yang harus diikuti oleh seluruh siswa di SMA PGRI 1 Subang atau SMAKOT yang berada di Jl. Otto Iskandar Dinata Subang.

Gerakan pramuka dinilai memiliki kedudukan strategis untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak bangsa karena mengajarkan kecakapan kepanduan dan kecakapan hidup. "Di Pramuka banyak pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan anak-anak. Di sana ada nilai kepemimpinan, solidaritas dan kemandirian. Sehingga, di kita, bukan cuma jadi ekskul tapi masuk dalam pelajaran," Kepala SMA PGRI 1 Subang, Asep Kahlan Husen

BACA: Cintai Budaya, SMAKOT Subang Kenalkan Busana Nusantara



Asep memaparkan kecakapan kepanduan, membuat anak mampu untuk percaya diri, mandiri, fleksibel dan tahan banting dengan berbagai tantangan. Sedangkan kecakapan hidup dari pramuka, dapat menjadi modal ketrampilan generasi untuk mengembangkan diri di tengah masyarakat. "Kandungan Dasar Darma itu sangat luar biasa. Nilai-nilai ini harus terus menerus diingatkan, dan diterapkan, yang nantinya menjadi karakter anak-anak kita. Nah " jelasnya

Selain masuk dalam salah satu pelajaran, Pramuka di SMAKOT dilakukan setiap hari Kamis. Kebijakan ini berbeda dengan yang diterapkan di sekolah di Kabupaten Subang yang hanya dilakukan pada setiap tanggal 14. "Setiap hari Kamis, anak-anak ini diajarkan di kelas, 30 menit sebelum pulang. Jadi, disamping ekskul, secara teori dan pendalaman kita ajarkan di kelas," imbuhnya

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Subang Cecep Supriatin mengapreisasi inovasi SMAKOT ini. Menurut dia, pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang dilakukan secara berkala, tapi harus menjadi pelajaran di kelas. "Ini sangat luar biasa, ini yang pertama di Subang. Ini harus menjadi inspirasi sekolah lain," kata Cecep yang datang di SMAKOT.

Pada hari Kamis ini, sebelum kegiatan belajar mengajar di kelas, sekitar 1200 siswa SMAKOT yang berseragam pramuka itu menggelar doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh salah seorang murid. Suara dzikir yang dibaca secara bersama, membuat suasana spiritualitas terasa di sekolah di pusat kota ini. "Sangat luar iasa. Saya merinding mendengarnya," kata Cecep singkat


 

Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Novi Sri Mahendra, Guru Cantik dari Patokbeusi Subang https://t.co/DHusTaJ4Xq
GreenThink, Wahana Wisata Edukasi di Pantura Subang https://t.co/YRMlZxidHg
Tempat Uji Kompetensi Fakultas Pertanian UNMA Direspon Penyuluh PNS Pertanian Cirebon https://t.co/FLRskdq6bx
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page