Subang Kekurangan Ribuan Guru Berstatus Aparatus Sipil Negara

TINJAU SUBANG- Kabupaten Subang, Jawa Barat, kekurangan ribuan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, terjadi pensiun massal guru berstatus ASN yang diangkat melalui program Inpres era 1970-an.

TINJAU BERITA LAINNYA
Pelajar Tawuran lagi, Kadis Dikbud Subang: Astaghfirullah...
Perbulan Dijatah Rp100 Ribu, Guru Honorer Subang Desak Kenaikan Honor
Hanya 20% Gedung SD-SMP di Kabupaten Subang yang Kondisinya Baik


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Suwarna, mengatakan, jumlah guru berstatus ASN yang diangkat serentak melalui program Inpres itu sebanyak 6 ribuan orang. "Sekarang tinggal sekitar 3 ribuan lagi," kata dia saat.

Sesuai perhitungan, jumlah guru yang akan memasuki masa pensiun sampai akhir pertengahan 2018, akan bertambah sekitar seribu orang lagi. "Pada saat itu, jumlah guru ASN tinggal 2 ribuan lagi. Artinya, kondisi guru du Subang sudah masuk lampu kuning," kata Suwarna.

Kondisi tersebut berdampak buruk pada sistem belajar-mengajar di sekolah. Ia mencontohkan, SDN Cimenteng, saat ini, hanya dikelola dua guru ASN, sisanya guru honorer.

Untuk kepentingan keberlangsungan belajar-mengajar di sekolah saat ini, Suwarna mengatakan terbantu dengan para guru honorer. "Kalau enggak ada guru honorer, kami kalangkabut," ucapnya.

Menurut Suwarna, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) ihwal kondisi lampu kuning guru berstatus ASN tersebut. "Kami mengusulkan agar pihak BKSDM segera mengusulkan pengangkatan guru baru tersebut ke pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)," kata Suwarna.

Tetapi, lanjut Suwarna, pengangkatan guru baru tersebut tidak usah melalui rekrutmen baru melainkan dengan cara mengangkat guru berstatus honorer Kategori 2 atau K2 yang sudah terdaftar di database BKSDM dan Kemenpan-RB yang jumlahnya sekitar 4 ribuan orang.

Kepala BKSDM Kabupaten Subang, Nina Herlina, mengatakan, permintaan pengangkatan guru baru dari Dinas Pendidikan buat menutupi kekurangan guru berstatus ASN tersebut merupakan sebuah hal yang wajar. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada keputusan dari Kemenpan-RB soal pengangkatan guru baru berstatus ASN tersebut. "Kalau ada pengangkatan ASN baru, guru pasti mendapatkan skala prioritas," ujar Nina.

Nina mengungkapkan, saat ini, tercatat ada 6 ribuan pegawai honorer berstatus K2. Dari jumlah sebanyak itu, dua pertiganya guru honorer. Mereka siap diangkat melalui tes atau melalui pengangkatan otomatis. Ia pun berharap Kemenpan-RB segera merespon kondisi darurat guru di daerahnya tersebut. [tempo]



____________
Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851



Twitter Update

Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah https://t.co/33mftfbshA
Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page