Literasi

Sebanyak 6 grup teater mengikuti Festival Teater Pelajar yang digelar pertama kalinya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang di Gedung Islamic Center, Subang, Kamis (10/5/2018).

Dalam festival itu, seluruh grup teater membawakan drama bahasa sunda dengan naskah drama berjudul Kalangsu karya Ayi G. Sasmita. Festival berlangsung dari pagi hinga malam hari.

Adapun 6 grup teater yang mengikuti festival tersebut yaitu D’ Kasper (Sukamandi), Bengkel 79 (Jalancagak), Humaniora (Pagaden), Soebang Poenja Tjerita (Subang), Teater Balm (Ciasem) dan Teater SMAPADA (Pagaden).

Kabid kebudayaan Disdikbud Kabupaten Subang Didin Mahpudin dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diharapkan akan menjadi awal berkembangnya kembali seni teater di Subang.

“Event ini tidak akan berakhir sampai di sini saja, karena ke depan event ini akan kita lanjutkan kembali. Selain itu, ke depan kita adakan pula workshop teater, baru kemudian festival,” kata Didin

Didin berharap dengan kegiatan ini dapat bermanfaat dalam rangka membangun spirit karakter generasi milenial. “Harus dibangkitkan lagi, seni teater harus dikenal luas generasi milenial,” katanya.

Tokoh teater Jawa Barat yang juga menjadi juri pada festival tersebut Dodi Eka Pratama menyambut baik digelarnya festival tersebut, menurutnya kegiatan ini sangat baik untuk memotivasi para pelajar dan sekolah untuk terus berkarya.

“Karenanya saya sangat mengapresiasi Disdikbud Kabupaten Subang yang telah menyelenggarakan acara ini, apalagi Subang memiliki potensi besar dalam bidang kesenian. Terlihat dari potensi-potensi aktor teater seperti yang kita lihat tadi,” katanya disela-sela acara.

Sementara itu penulis naskah drama Kalangsu, Ayi G. Sasmita mengatakan dirinya memiliki kesan mendalam melihat karyanya ditampilkan pada festival kali ini.

“Meskipun masih ada kekurangan , namun itu lumrah apalagi ini bari yang pertama, mudah-mudahan kedepan bisa lebih terorganisir. Salut buat Disdikbud Kabupaten Subang, Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan, semoga tahun depan bisa lebih bagus lagi,” ujarnya.

Selain dihadiri langsung oleh penulis naskahnya tersebut, turut hadir pada kesempatan tersebut aktor sekaligus seniman teater betawi kawakan Zainal Abidin Zetta atau yang lebih dikenal dengan nama Diding Boneng yang populer lewat film warkop DKI.

Tampil sebagai juara umum pada festival kali ini adalah sanggar teater Soebang Poenja Tjerita dari Subang. "Alhamdulillah, ini hasil yang luar biasa gak nyangka karena ini pertama kali espete ikut festival teater membawakan drama, biasanya selalu garap kabaret atau mini longser" ujar aqbar pimpinan SPT.

"Menjadi super tim bukan superman, alhamdulillah kami menjalankan amanah pembina dengan baik, hasil kali ini adalah kerja keras tim, terima kasih kawan-kawan" papar fajar restu ajie yang bertindak sebagai pimpro garapan. Dalam festival Drama Basa Sunda kali ini yang terpilih sebagai pemenang Sutradara terbaik ternyata seorang pelajar putri atas nama Andina Maula Humairani. "Bener-bener Gak nyangka, walau persiapan mepet tapi semuanya saling berusaha sungguh-sungguh, terima kasih atas kerja keras kawan2 espete, terima kasih juga buat Rangers Art Subang dan SAKAS, artistik dan musik nya bikin pagelaran kami jadi tambah keren" ujar andina.

Berikut nama-nama pemenang selengkapnya:

Penata artistik terbaik: D’ Kasper (Sukamandi)
Penata musik terbaik: Soebang Poenja Tjerita (Subang)
Sutradara terbaik: Soebang Poenja Tjerita (Subang)
Aktor Terbaik: Bengkel 79 (Jalancagak)
Aktris Terbaik: Bengkel 79 (Jalancagak)
Pertunjukan Terbaik: Soebang Poenja Tjerita (Subang)

Juara Umum: Soebang Poenja Tjerita (Subang)



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU