Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Kolaborasi antara pelukis Siluet dan Sketsa menghasilkan maha karya seni indah. Inilah yang terpotret dari aksi belasan pelukis jalanan di Alun-alun Subang.

Belasan pelukis yang melabeli dirinya label Sketbar atau Skesta Bareng itu setiap akhir pekan berkepresi di Alun-alun Subang. Dengan peralatan seadanya, mereka sukses menghasilkan karya tulis sketsa dan siluet yang sangat indah.

BERITA TERKAIT:
Dinding Mural, Spot Baru untuk Foto-foto di Subang Kota

Sudah empat pekan mereka berkreasi di Alun-alun. Ini terinspirasi dari aksi sebelumnya yang membuat lukisan mural di lokasi yang sama. Terlebih, di lokasi itu selalu dibanjir warga setiap akhir pekan. "Sudah empat minggu kita di sini, dan memang kita hanya hari Minggu di sini" kata salah seorang seniman gandi

Ada dua jenis karya yang mereka hasilkan. Selain melukis dalam kampas, mereka juga membuat sketsa wajah dalam kertas karton dengan cara digunting. Hasilnya, bikin pemilik wajah dijamin senyum-senyum.

Banyak frame figura berbagai ukuran sudah terpasang sketsa wajah yang mereka buat. Menurut Gandi, untuk satu pesanan, bisa memakan waktu tiga hari tergantung tingkat kesulitannya. Sementara soal tarif untuk satu kali lukisan, antara Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. "Kalau rumit banget, biasanya sampai tiga hari. Kalau yang mudah, sehari juga bisa tuntas

Dari 15 seniman ini tidak semuanya disibukkan dengan perlengkapan lukisnya. Diantara mereka, justru asik berdiskusi dengan warga yang datang. Samar-samar, mereka membahas soal dunia yang mereka geluti dan atau isue yang sedang trend saat ini di Subang.

Rupanya, mereka ada di Alun-alun, bukan saja untuk melukis, tapi berbagi seputar seni lukis. Untuk menggairahkan suasana diskusi, beberapa gelas kopi hitam mereka siapkan. "Setiap hari Minggu kita silaturahmi, kita berkumpul di sana. Sharing ringan seputar dunia gambar menggambar, learn by doing, live sketching, ngopi & ngawadul," kata salah seorang seniman lukis kampas, Evan.

Namun di balik kreasi dan kontribusi mereka di bidang seni lukis, ada kegelisahan yang menjadi kritik dan harapan mereka kepada Bupati Subang terpilih nanti. Menurut Gani, keberadaan komunitas seni ini seperti dimarginalkan. Padahal, jika ada perhatian, di tangan mereka lah wajah Subang dipertaruhkan.

"Jujurnya, ini salah satu protes kami. Komunitas seperti ini seperti dimarginalkan, kami harus mencari tempat seperti ini hanya untuk berkekpresi. Kita berharap, Bupati terpilih nanti, bisa mengakomidir para seniman. Karena kita bisa berbuat dan berkontribusi untuk Subang lebih indah dan cantik melalui seni,"" kata Gani


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU

Banner Kanan 1