Komunitas Sahabat Berbagi, Cara Mamah Muda Subang Berbagi Kebahagiaan

Di balik aksi solidaritas untuk Palestina yang melibatkan ribuan peserta, ada sekelompok kaum ibu yang berdiri di belakang layar. Meskipun hanya sekitar 10 orang, tapi keberadannya memiliki peran penting bagi peserta aksi. Mereka adalah Sahabat Berbagi, yang menyiapkan 1500 bungkus snack yang dibagikan gratis kepada peserta aksi.

TINJAU KOMUNITAS LAIN:
Kiprah KSB, dari Ngajak Makan Tukang Becak Sampai Traktir Anak Yatim
KNPI Subang Berbagi Sembako dan Bibiit Cabe
Facebooker Subang Berbagi Ratusan Takjil untuk Pengendara


Komunitas Sahabat Berbagi (Saber) salah satu dari sekian banyak komunitas berbagi di Kabupaten Subang. Komunitas yang beranggotakan sekitar 10 orang mamah muda ini beraksi setiap hari Jumat. Berdiri sejak 2015 lalu, mereka sudah ratusan kali melakukan aksi berbagi kepada sesama. Satu diantaranya adalah saat aksi solidaritas Palestina. "Alhamdulillahirabbil alamin, 1500 bungkus sudah habis," kata inisiator Komunitas SaBer Subang Yuni Eka

Yuni berkisah, cikal bakal SaBer ini bermula dari kebiasaan keluarganya melakukan aksi berbagi dengan sesama. Berawal dari keluarga, Yuni kemudian melebarkan sayapnya dengan mengajak rekan sekolahnya. Ajakan Yuni disambut teman-teman sekolahnya itu. "Alhamdulillah mereka punya tujuan yang sama dan setuju, awalnya kita lima orang, sekarang sekitar 10-an orang. Semuanya peremuan," kata Yuni

Aksi berbagi di momentum Solidaritas Palestina hanya salah satunya saja. Sebelumnya, kata Yuni, SaBer sudah melakukan aksi secara rutin, setiap Jumat siang. Para SaBer yang dihuni Mamah Muda ini melakukan "operasi tangkap tangan" di jalanan. "Kita bawa nasi box, kita keliling jalanan utuk berbagi dengan saudara kita yang menurut kita lebih berhak," kata Yuni

Tidak cukup sampai di situ, selain berbagi setiap pekan, mereka juga melakukan "grebeg" Pondok Pesantren, Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa, Majlis Taklim bahkan pasien dari keluarga miskin. "Momen yang buat kita besar adalah sunatan masssal, alhamdulillah sekitar 50 orang dikhitan," jelasnya

Buat mereka, berbagi adalah kebahagian. Semangat ini yang mereka jaga dan terus tularkan ke kaum perempuan lainnya, meskipun untuk aksi ini mereka harus mengeluarkan kantong sendiri. "Ada juga bantuan dari donatur kami. Jadi intinya gini, berbagi itu tidak rugi, sebaliknya menyenangkan dan membuat kami bahagia. Dari berbagi ini banyak keajaiban yang kita alami, alhamdulillah semua urusan dimudahkan, Allah yang bantu kita," ujarnya

Komunitas ini bisa menjadi sarana untuk kampanye berbagi menjadi kebiasaan atau budaya. Kehadiran komunitas berbagi semacam ini harus menjadi inspirasi untuk memiliki kebiasaan berbagi dengan gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran dan mempertajam keshaihan sosial.

LIHAT HASIL POLLING BUPATI SUBANG

 


Banner Kanan 1

Twitter Update

Alasan Maman Imanulhaq Pilih Berpasangan dengan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar Cc @kang_maman72 https://t.co/MxT5Y9fhjd
Alasan Maman Imanulhaq Pilih Berpasangan dengan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar https://t.co/MxT5Y9fhjd
Pemotor Tewas Dihantam Truk di Jl. Raya Pantura Patokbeusi Subang https://t.co/LCtxlwNWNt
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page