30 Barista Adu Hebat di UNMA Brewers Cup 2018

Tidak kurang dari 30 Peserta UNMA Brewers Cup 2018 ikut menyemarakan kompetisi kerajinan pembuatan kopi saring dengan tangan yang diikuti para Barista yang juga datang dari beberapa daerah di Jabar.

Bertempat di Auditorium UNMA usai Seminar Nasional lima orang Juri siap memberikan penilaian. Para Juri ini dari Anomali Kopi, Q-Grader, ABCD School, Kedai Kopi Apik, Rackrock Kopi dan dari Blim Batlle. Peserta yang sudah terdaftar diantaranya berasal dari Sumedang, Cirebon, Tasik dan Majalengka.

Ketua Pelaksana Elgi Mulyadi mengatakan UNMA Brewers Cup digelar sebagai ajang edukasi tentang usaha berbisnis serta menstimulus minat pebisnis muda untk terjun.dalam dunia bisnis.

"Acara ini juga memperkenalkan kopi dan mencoba merubah pemikiran bahwa minum kopi bukan sekedar.beli kopi saschet di warung namun ada teknik dan seni meraciknya," kata Elgi kepada TINTAHIJAU.com

Ditambahkan Elgi para pemenang Brewers UNMA Cup untuk juara 1, 2 dan 3 selain mendapat sertifikat dan tropy juga mendapat uang pembinaan. Sementara seluruh peserta masing-masing hanya mendapat sertifikat.

Adapun dalam kompetisi ini, para peserta menyiapkan dan melayani minuman individu untuk lima juri disamping itu, para peserta harus menyelesaikan layanan kopi. peserta menyiapkan minuman menggunakan kopi kacang utuh yang diberikan kepada mereka saat kompetisi. Berikutnya dapat menggunakan kopi kacang apa pun yang mereka pilih.

Sementara itu salah satu Juri dari Kopi Apik, Gilang Paramudhita menerangkan bahwa perkembangan kedai kopi di Majalengka berawal tahun  2011-2012. Kemudian Tahun 2014 mulai ditandai sebuah Kafe Kopi yang lebih ke espresso kopi, lalu muncul juga Kedai Kopi Apik. Dari 2014 sampai tahun 2018 diperkirakan 4 buah kedai/kafe berdiri pertahunnya.

"Majalebgka juga kena demam trend kedai/kafe kopi dimana orang datang tidak hanya sekedar minum kopi tapi juga mengedepankan cita rasa racikan," terangnya

Giolang menjelaskan, masih banyak yang harus diraih pasar kopi di Majalengka. Dan sebagai pelakunusaha ia mengaku sudah lama  mengembangkan kppi lokal agar bisa dinikmati masyarakat luas.

"Saat ini masih banyak penikmat  kppi instant sementara Majalengka memiliki kopi lokal Lemahsugih Yang sebenarnya bisa kita pasarkan," ungkapnya

Yang menarik menurutnya adalah walaupun  satu sama lain dalam market ada persaingan tapi juga ada kerjasama fala suatu waktu. "Tahun 2017 kita ikut internasional kopi day. Kami bergabung dan bagi-bagi kopi kepada masyarakat dan mengedukasi cara mengkonsumi kopii yang sehat. Diakuinya Untuk Majalengka hingga kini sekitar 25 kedai kopi hadir dari ujung utara, selatan, timur hingga barat. (Echa)

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Ada yang kangen menu tradisional? Dapoer Samara Subang jagonya. Sistem prasmanan, menunya lengkap, harga terjangka… https://t.co/Uau1v1KaUH
Peristiwa Kebakaran di Majalengka Mengalami Peningkatan https://t.co/WHHHxzf6Dt
Dukun Cabul Garap Pelajar Hingga Tiga Kali https://t.co/FupNlTO5Xc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page