Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Dewan Pimpinan Pusat ITHLA Indonesia (Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab) menggelar diskusi dan debat publik dengan tema "Ancaman dan Tantangan Mahasiswa Menyikapi Gerakan Radikalisme", di Sekretariat Pusat Jl. Kedung menjangan PP. Darul Masoleh Kota Cirebon, Ahad (10/06/2018). 

Debat publik ini diikuti sejumlah  mahasiswa jurusan bahasa arab dari kampus IAIN Cirebon dan undangan lainnya. Hadir juga Pendiri ITHLA Fahmi Saefudin. 

Ketua Umum ITHLA Aunur Rofiq mengatakan Gerakan Radikalisme menjadi ancaman nyata bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. Dengan wadah organisasi Bahasa Arab yang sudah tersebar di seantaro Indonesia, kata Aunur, menjadi solusi bagi kalangan mahasiswa, agar tidak terjebak dan salah kaprah dalam memahami teks-teks keagamaan yang bertuliskan bahasa arab

Pendiri ITHLA Fahmi Saefuddin menyampaikan beberapa poin dasar menjadi anggota ITHLA dan upaya membentengi mahasiswa dari gerakan-gerakan radikaslime. Diantaranya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Lughawiyah dan ukhuwah Wathaniyah.

Tiga poin ini jelas Fahmi merupakan prinsip dasar sebagai anggota persatuan mahasiswa bahasa arab. Harapannya pada diskusi kali ini, bahwa mahasiswa bahasa arab menjadi antitesa gerakan-gerakan radikaslime.

"Mahasiswa dihimbau agar memahami teks-teks berbahasa arab secara tekstual maupun kontekstual, sehingga tidak mudah menyimpulkan dan terjerumus pada kesimpulan dangkal maupun pemahaman radikal,"tegas Fahmi. (Abduh )


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU