Literasi

  1. Opini
  2. Surat Pembaca

Antusias BKD Kab/Kota Cirebon terhadap para Penyuluh PNS Pertanian agar mengikuti Uji Kompetensi Penyuluh yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Majalengka selaku Penyelenggara dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) terlihat dengan mengirimkan puluhan Penyuluh PNS Pertanian untuk mengkuti Pembekalan Uji Kompetensi Penyuluh dan Launching Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Bertempat di Kampus Universitas Majalengka Kamis (23/11) sebanyak 49 Penyuluh PNS Pertanian mengikuti pembekalan terlebih dahulu sebelum melaksanakan Uji Kompetensi Penyuluh yang akan dilaksanakan Bulan Desember mendatang yang digelar Fakultas Pertanian UNMA sebagai penyelenggara.

Ketua Pelaksana Pembekalan Uji Kompetensi Penyuluh dan Launching Surat Keterangan Pendamping (SKPI) Jaka Sulaksana, SP, M.Si, PHD, mengatakan Fakuktas Pertanian UNMA setelah mendapat SK awal tahun 2017 dinyatakan layak menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) yakni tempat kerja dan atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi, yang telah diverifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi.

"Hari ini kita mendapat kepercayaan dan respon dari Kabupaten/Kota Cirebon sehingga mereka mengirimkan Penyuluh PNS Pertanian untuk mengikuti Uji Kompetensi Penyuluh dan Fakultas Pertanian UNMA selaku Tempat Uji Kompetensinya" terangnya.

Disamping itu sambung Jaka, respon positif dari para Penyiluh PNS Pertanian Cirebon juga karena mereka merasa bangga dengan profesi penyuluhnya sehingga saat ada sertifikasi mereka langaung bersemangat menyambutnya.

"Kedepan semoga Majalengka dan Kabupaten-kabupaten lain juga mengikuti jejak Cirebon dengan mengirim para Penyuluh PNS Pertanian mengikuti Uji Kompetensi Penyuluh, karena untuk wilayah 3 Cirebon hanya Fakulats Pertanian UNMA satu-satunya  Tempat Uji Kompetensi  yang memiliki 3 skema yaitu Penyuluhan Pertanian, Pertanian Organik dan Produksi Bibit." Urainya.

Sementara itu Rektor Universitas Majalengka Prof. Dr. H. Sutarman, Ir. M.Sc kepada Tintahijau menyatakan kedepan bukan hanya Fakultas Pertanian yang sudah merespon dengan cepat sehingga menjadi Tempat Uji Konptensi (TUK).

"Kita ingin memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi, namun persyaratannya cukup ketat. Sehingga saat ini kita hanya bisa di Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Fakuktas Pertanian telah memenuhi syarat-syarat TUK salah satunya adalah Kurikukumnya sudah berbasis Kualifikasi Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI)." Paparnya.

Ditambahkannya, di Indonesia baru ada 50 Perguruan Tinggi yang memiliki LSP. Sementara UNMA mengawalinya dari TUK dulu yang saat ini baru memiliki tiga TUK yaitu Penyuluhan Pertanian, Pertanian Organik dan Produksi Bibit. "Sekarang UNMA mulai dari Fakuktas Pertanian dulu, nanti akan kita dorong Fakultas Teknik dan yang lainnya." Tandas.Rektor. (Echa)