BEM STKIP Subang Gelar Seminar Jurnalis

TINJAU SUBANG- Menteri Komunikasi Informasi BEM STKIP Subang menggelar seminar jurnalis di Auditorium Kampus STKIP, Sabtu (17/12/2016). Seminar yang mengusung tema 'Goreslah Penamu dan Hasilkan Karya' tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari lintas kampus dan masyarakat umum.

Dalam seminar itu dihadiirkann Pimred Pasundan Ekspres Lukman Nurhakim, jurnalis TINTAHIJAU.com; Annas Nashrullhah; dan penulis bukku Teguh Deni Al-Jabar.

 Lukmaan Nurhakim mengapresiasi digelarnya seminar Jurnalistik oleh BEM STKIP Subang tersebut. Ia menegaskan, seminar litterasi di kampus itu menandakan adanya semangat literasi media di kampus-kampus dan semangat membaca, menulis dan menyampaikan informasi dengan kaidah yang benar.

"Saya berharap, kedepan mahasiswa lebih mengakses informasi dari sumber yang jelas. Baik dari media cetak, elektronik maupun online," kata Lukman.

Lebiih jauh Lukkman berharap, tren pemanfaatann social media mutakhir ini bisa dimaanfaattkkann lebih bijak daan memberi manfaat bagi orang lain. "Sebab sekarang setiap orang bisa jadi penyampai informasi dengan beragam saluran. Lakukanlah dengan cara yang benar," tandasnya.

Sementara praktisi media online Annas Nashrulllah menyebutkan, perkembangan social media yang massif harus menjadi peluang dalam bidang apapun, termasukk memulai terjun di media viral.

"Kini masing-masing kita bisa membuat media tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan memanfaatkan blog kita bisa menyebarkan informasi, sepanjang bisa dipertanggung jawabkan dan tidak memuat berita hoax," kata Annas.

Seminar literasi ini mendapaat respon antusias dari peserta. Sejumlah pertanyaan pun dialamatkann ke tiga pemateri, dari mulai soal penulisan sampaai pada independensi wartawan dan perusahaan media dalam menyampikan informasi ke publik. Petanyaan seputar independensi wartawan muncul dari pertanyaan audien dalam sessi tanya jawab.

"Yang menjadi masalah, kode etik hanya untuk wartawan, sementara perusahaan media memiliki kepentingan lain selain bicara keuntungan finansial. Dengan begitu, kerap idealisme wartawan dikalahkan oleh kepentingan perusahaan," kata Annas menjawa pertanyaan audiens.

Namun Annas tidak menyangkal, jika d lapanan tidak sedikit orang yang mengaku wartawan untuk kepentingan tertentu. "Ini yang menjaddi beban sekaligus PR kami, kadang profesi wartawan dipersefsikan negatif hanya karena ada pihak tertetu yang mengaku wartawan untuk kepentingan di luar tugas wartawan," katanya.

"Tidak mudah menghentikan praktek-praktek yang mempersefsikan negatif terhadap profesi wartawan. Sehingga yang kita usahakan adalah meregenerasi dan mencari wartawan-wartawan seperti yang diharapkan banyak orang, salah satunya melalui seperti forum ii," tabahnya


foto: ilustrasi

________
Follow Twitter: @tintahijaucom Like Faceboook: Redaksi Tintahijau

Iklan dan kerjasama hubungi: WA: 081.805.117700 BBM: 2381524D email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Banner Kanan 1

Twitter Update

Pesantren Darunnajah Jadi Tuan Rumah Kunjungan Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan https://t.co/6eoelIh1DI
Banjir di Perumahan Surya Cigadung Subang https://t.co/qcnW69W19C
Sambut Hari Guru, Ribuan Pelajar dan Guru Jalan Kaki 10 Km https://t.co/fAkIV1Q8Qr
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page