“Seorang politisi selalu sibuk memikirkan pemilu berikutnya, namun seorang negarawan selalu mempersiapkan generasi berikutnya” Pernyataan diatas merupakan salah satu perbedaan yang mendasar antara seseorang yang berjiwa politisi dengan orang yang berjiwa negarawan.

Perbedaan mendasar tersebut sulit untuk dibedakan, apalagi pada saat menjelang tahun politik

Mahasiswa sebagai social control memiliki sikap dengan identitas yang khas dalam menyikapi sebuah permasalahan. Identitas tersebut yang menjadikan efek kualitas penyikapan yang membedakan mahasiswa dengan kelompok lainnya. Dalam fungsinya tersebut analisis kritis mahasiswa manghasilkan dua komitmen ibaratkan sepasang bola mata.

Pertama sebuah komitmen dengan masyarakat

Pembentukan kepemimpinan merupakan permasalahan umat. Permasalahan besar yang harus terselesaikan. Sebab hanya dengan kepemimpinan yang baik dan benarlah umat ini akan menemukan jalan keluar dari problematika yang sedang menggelayutinya seperti setan-setan yang bergentayangan.


Wacana membangun kepemimpinan sejati bagi umat merupakan sesuatu sangat penting ke

Pemilihan umum adalah sebuah momentum besar dalam kehidupan berdemokrasi di republik indonesia, dengan sebuah tujuan dasar untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan pancasila dan undang undang dasar negara republik Indonesia.



Guna mewujudkan itu semua dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum

Walang bin Kilon (54) dan Sa’ aran bin Satiman (70), dua pengemis kaya asal Subang yang kini dirawat di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur, akan dikembalikan Dinas Sosial Provinsi Jakarta ke Subang pada Selasa pagi (3/12/2013).

Berbeda dengan pak

Twitter Update

Untuk Indonesia Berdaulat, Linda Megawati Ajak Bertani dan Berternak https://t.co/4scbs0CU2H
6 Kepala Daerah di Jabar Besok Dilantik https://t.co/nmGVPwNzwl
Formasi CPNS 2018 Pemkab Majalengka Sebanyak 388 https://t.co/okFG8CjL9S
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page