Hasil Survey, Ruhimat-Agus Masykur Lebih Layak Pimpin Subang

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ruhimat Agus Masykur dianggap lebih layak memimpin Subang ketimbang dua calon lainnya; Imas Aryumningsih yang maju bersama Sutarno. Hal ini terungkap dari hasil survey Citra Komunikasi Lingkaran Survey Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 2–9 Mei 2018 lalu.

Survey dilakukan kepada 440 responden dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dengan Margin of error: 4.8 %. Dari hasil survey itu Pasangan Ruhimat-Agus Masykur mendapat 32,5%, pasangan Imas Aryumningsih-SUtarno mendapat 22,0% dan Pasangan Dedei Junaedi-Budi Setiadi memperoleh 27.7%.

Persentase itu menjawab pertanyaan: Seandainya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Subang dilaksanakan hari ini, Dari 3 pasangan nama berikut, mana yang ibu/bapak pilih untuk menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Subang?

"Dari hasil survey tersebut, Pasangan Ruhimat-Agus Masykur dominan untuk calon Bupati dan Wakil Bupati saat ini. Meskipun, posisi  elektabilitas Ruhimat-Agus ini  masih belum masuk kategori aman karena dibayangi  pasangan Dedi Junaedi- Budi Setiadi  dengan 27,7%," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah dalam konpres di Grant Hotel Subang, Selasa (29/5/2018).

Toto memaparkan, dalam analisis LSI, Ruhimat-Agus (32,4%) melejit karena diuntungkan oleh berkah limpahan suara dari Imas Aryumningsih yang rontok karena terkena tsunami politik, yaitu terkena kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK beberapa bulan lalu. Meskipun, limpahan berkah juga sebenarnya diterima pasangan Dedi Junaedi- Budi. 

Mengingat, pada survey LSI sebelumnya, perOktober 2017, elektabilitas personal Imas Aryumningsi unggul jauh dengan 50,4%. Sementara elektabilitas personal Ruhimat hanya 13,0%. Dalam berbagai simulasi pasanganpun, Imas tetap mengungguli seluruh pasangan calon dengan selisih rata-rata diatas 20%.

"Berdasarkan temuan survey, rontoknya elektabilitas Imas ini diduga karena tingginya pengetahuan public terhadap kasus OTT KPK itu. Sekitar 50% publik Subang mengetahui  Imas terjerat kasus OTT KPK. Dari sebanyak 50% itu, sekitar 40% publik percaya. Inilah yang mengakibatkan effect electoral buruk kepada Imas. Apalagi, kalau yang mengetahui ini sampai tembus angka 80%," papar Toto.

Bahkan, tsunami politik yang menimpa Imas juga, jelas Toto berefek buruk pada persepsi publik dalam kepuasannya terhadap kinerja incumbent. Pada survey sebelumnya,  tingkat kepuasan publik terhadap Imas tembus di 70%. Namun, pada survey terbaru LSI, tingkat kepuasan pun anjlok ke 30,5 % (cukup puas) dan 9,1% (sangat puas). Padahal, untuk seorang incumbent yang potensial terpilih lagi dengan mulus harus memiliki tingkat kepuasan terhadap kinerjanya minimal 70%. Dengan 50% saja kepuasannya sudah masuk kategori lampu kuning, apalagi dibawah 50%, pasti masuk kategori lampu merah.

Pasca rontoknya Imas Aryumningsih, persaingan ketat akan terjadi pada dua pasang calon, yaitu Ruhimat-Agus Masykur versus Dedi Junaedi-Budi. Keduanya masih mempunyai peluang untuk saling salip. Kuncinya, tinggal pada kemampuan dan kecerdasan dua pasangan ini dalam memanfaatkan sisa waktu yang tinggal kurang lebih 1 bulan ini.

"Peluang keduanya masih terbuka lebar karena masing-masing pasangan ini masih terkendala pengenalan yang baru sekitar 60 persen. “PR” besar keduanya, adalah bagaimana dalam satu bulan ini mereka bisa menggenjot tingkat pengenalannya hingga, minimal, 80%. Ini merupakan salah satu bagian penting dari hukum besi pemenangan. Semakin dikenal semakin punya potensi untuk dipilih. Begitu juga  sebaliknya," jelasnya.

"Kalau dilihat dari kombinasi pasangan, antara calon bupati dan wakil bupatinya, pasangan Ruhimat-Agus Masykur sebenarnya jauh lebih berpeluang, karena keduanya saling melengkapi dan memasok elektabilitas. Selain elektabilitas personal Ruhimat sudah unggul dengan 28,5, wakilnya juga unggul  dengan 27,5% meninggalkan calon wakil yang lainnya dibawah 20%.  Sementara elektabilitas personal Dedi Junaedi yang 27,4% hanya disumbang wakilnya, Budi dengan 17,5% saja," paparnya

Peluang keduanya untuk saling salip, papar Toto, masih terbuka lebar. Ini dilihat dari peta distribusi dukungan di aneka segmen demografis, baik suku, agama, tingkat pendidikan dan penghasilan, pemilih partai, profesi dan pekerjaan, bahkan zona dapil. Dari semua dapil, tidak ada calon yang mendominasi seluruh segmen, termasuk di segmen Dapil, pasangan Ruhimat-Agus Masykur hanya unguk sementara di dapil 1 sampai 3, tapi di dapil 4 sampai 5, Dedi-Budi unggul. Begitu juga dapil 7 yang pemilihnya banyak ke Imas.

"Ada dua catatan penting yang harus diwaspadai oleh kedua pasangan Ruhimat- Agus dan Dedi-Budi. Pertama, tinggginya persepsi publik terhadap money politik yang dianggapnya wajar, yaitu 45% (yang mengaku wajar dan sangat wajar). Dalam praktinya, anggapan wajar ini sama dengan sikap publik di Subang yang senang jika ada calon yang memberi uang. Fenomena ini sebenarnya hampir merata di semua wilayah. Bisa jadi goodnews buat calon yang berkantong tebal dan badnews buat calon yang dananya pas-pasan.  Walaupun, dengan aturan yang ada sekarang yang sangat ketat, tidak mudah buat calon melakukan itu," terang Toto

Point kedua yang harus diwaspadai adalah masih ada sekitar 45% pemilih yang masuk dalam kategori soft supporter, yaitu gabungan pemiih yang belum menentukan pilihan dan pemilih yang sudah punya pilihan tapi masih mungkin berubah pilihannya.

"Ini angka yang cukup tinggi. Dengan kata lain, inilah yang biasa kita sebut lahan yang bertuan, yaitu kategori pemilih yang masih bisa diperebutkan oleh calon siapa saja. Sementara pemilih strong supporter (pemilih militan yang tak akan berubah), masing-masing, Ruhimat-Agus (23.0%), Dedi-Budi (20,)%), Imas – Sutarno (12%)," pungkasnya



Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 6
Banner Kanan 4
Banner Kanan 1
Banner Kanan 5

Twitter Update

Gelorakan Kemerdakaaan, Pemuda PUI Majalengka Bagi-bagi Bendera https://t.co/WLDug05D89
Demam Lukisan Jalan Mewabah di Kabupaten Subang https://t.co/IoMAIGY0NN https://t.co/IoMAIGY0NN
Pemkab Subang Udunan Benahi Pagar Rusak di Area Titik Start Road Race Asian Games https://t.co/WOXhtl2gCE
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page